Perkenalkan namaku Angga, kisahku ini berawal dari tahun 2018 ketika pertama kali aku masuk kuliah dan masih berpenampilan cupu, sama sekali tidak mengenal cewek yang ada di kampus maupun teman-teman yang ada di kampus. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk mencari pacar di kampung halamanku, supaya nantinya jika pulang kampung menjadi semangat setiap bulannya, sebab jika aku tidak pulang ibu aku selalu menanyakan kapan pulang kampung. Pacarku sendiri waktu itu masih belajar di kelas 2 SMA, nama panggilannya Putri, dia masih polos dan sangat unyu sekali. Ya begitulah lantaran dia orang rumahan dan ciuman pertama atau biasa disebut first kiss dia saja sama aku sendiri dan satu hal lagi, aku juga yang mengambil keperawannya. Namun, sayang sekali setelah aku ajak begituan, dia tidak mau lagi dan mengatakan jika dia takut kalo hamil di luar nikah. Biarpun begitu, setiap ketemu aku paling cuma ciuman dan grepe-grepe yang bisa di grepe. Jika aku ada waktu kosong, sering kali aku berkunjung ke rumah Putri, sering juga ngobrol dengan keluarganya terutama sama orang tua dan kakaknya. Kakaknya Putri umurnya masih sebaya denganku hanya beda setahun saja lebih tua dia. Kalo ngobrol diajak ngobrol juga nyambung. Setiap aku hendak mampir ke rumah Putri, pasti selalu ada pacar kakaknya Putri, nama panggilannya Alya. Alya juga seringkali ngobrol bareng sama aku dan dia juga sebaya samaku. Secara singkat, aku saling bertukar kontak pin bbm, ya kalian tahu sendirikan dulu masih jamannya bbm-an, jadi tukaran kontaknya ya melalui pin bbm. Kalo gak salah itu tepatnya pada tahun 2011an. Suatu hari, sehabis aku berkunjung ke rumah Putri dan aku lagi tidak bisa tidur. Tiba-tiba ada bbm masuk dari Alya. Inilah isi percakapannya. Alya: Gaa. Aku: Iya, Ada apa ya? Alya: Lu udah mau tidur belum? Aku: Belum sih, gak bisa tidur nih, memangnya ada apa? Alya: Oh, bagus deh kalo begitu. Aku: Lah kenapa bagus, kan gue gak bisa tidur. Alya: Ya bagus aja, jadi gue ada temannya. (Malam itu dia mendapat tugas jaga malam di RS tepatnya di Kota Wali, yang dia masuk jurusan keperawatan dan saat itu dia menjalani masa magang disana. Aku: Baik deh, gue temanin ngobrol. Alya: Nah gitu dong. (emo senyum). Dan akhirnya aku nemanin ngobrol si Alya melalui bbm hingga subuh. Aku sendiri baru bisa tertidur pada jam 6 pagi harinya. Dari percakapan bbm-an kemarin sama Alya, aku keluarkan semua perkataan yang bisa aku sampaikan dan siapa tahu kan si Alya bisa kesemsem samaku dan perasaanku beneran terjadi, Alya semakin dekat denganku. Pada sore harinya, aku di suruh untuk mampir ke kost-annya yang berada di Kota Wali untuk jalan sama si dia dan sekalian untuk menjemputnya pulang. Sesampainya di kost-an Alya. Inilah percakapannya. Alya: Haii, susah ya untuk nyari kostnya. Aku: Tidak kok, ini buktinya langsung ketemu. (sambil senyum). Alya: Oh begitu, ayo mari masuk. Setelah itu aku masuk ke ruang tamu kost-annya Alya. Saat itu, Alya hanya mengenakan celana pendek yang sepertinya biasa dipakai untuk daleman roknya dan mengenakan tank top. Disana aku menelan ludah saat melihat dirinya, bokongnya itu yang membuatku tidak tahan menahan nafsu. Bodinya yang begitu montok, pikiranku udah lari kemana ketika si Alya ngajak aku untuk masuk ke ruang tamu. Disana aku duduk terdiam sembari menunggu si Alya keluar dari dalam kamar. Setelah itu, si dia keluar membawakan minuman dingin untukku. Mulanya yang kita obrolkan hanya hal biasa, namun lama kelamaan semakin menjadi. Inilah isi percakapannya. Alya: Oh iya. aku ingin menanyakan sesuatu, apa kamu pernah begituan sama si Putri? Dia masih kecil loh. Aku: Begituan apa ya? Alya: Ya pokoknya begituan. Ahh udahlah gak usah polos sama aku. (sahutnya sembari senyum-senyum). Aku: Aku hanya bisa tersenyum malu dan berkata hehehe. Alya: Nah kan udah pernah ya, itu kamu tertawa. Aku: Belum pernah kok. Kalo mau diajari sama kamu gpp sih, hehe. (ledekku sambil tersenyum malu). Alya: Lah, kok minta diajari. Memangnya kamu beneran belum pernah? Aku: Bisa sih, tapi cuma bisa ciuman saja sama grepe-grepe toket, hehe (jawabku pura-pura polos). Alya: Yakin begitu aja? Itunya gak kamu apa-apain punya si Putri? Aku: Iya serius gak pernah, hehe. Alya: Ahh serius kamu, (dia semakin mendekat ke sebelahku dan aku berpikir jika ini kesempatan bagus untuk ngajak begituan) Aku: Iya beneran deh, hehe. Alya: Mau aku yang ajari? Mau dicoba mainin itunya? (celetus dia) Aku: Mau aja sih kalo memang boleh. (Jawabku sambil pura-pura malu). Dan disana tiba-tiba bibirku langsung disosornya dan pikiranku sudah tidak karuan lagi. Setelah bibirku disosor, giliran kemaluanku yang di pegang-pegang dari luar celana. Alya: ehemmmm, udahan ya waktu ciumnya, itunya boleh aku buka? Aku: Ahh gila kamu. Ini ruangan tamu loh, nanti takutnya ada anak kost lainnya yang lihat. Alya: Sudah gak usah dipikirkan, kamu tenang saja. Aku: Lah, tenang gimaa.... Aku belum berbicara sampai selesai, disosor lagi bibirku sama dia. Kali ini dia langsung membuka resleting celanaku. Karena aku sudah terbiasa tidak mengenakan celana dalem, jadi langsung nampak dah itu kemaluanku dari resleting yang dibukanya. Lalu Alya berkata, aduh udah gede begini otongnya masih tidak pakai celana dalem, hehe. Setelah itu, totongku dikocokin, kemudian aku juga gak mau kalah, tanganku dengan cepat masuk ke arah bagian atas tank topnya biar aku bisa grepe-grepe toketnya si dia dari dalam. Setelah aku grepe-grepe, toketnya lumayan besar dan berisi, tidak tahu berapa ukurannya. Aku terus menikmati menggrepe toketnya dan si Alya juga semakin kencang ngocokin otongku dan seketika shuuurrrrrrrr... Otongku mengeluarkan cairan dan jadi basah. Alya langsung saja mengemut otongku tanpa aku perintahkan. Alya: slurrpp... Sluuuuurrrrrrrrppppp. Apakah enak? Aku: heeemmm, enak kok. Tanganku juga masih berada dalam tank topnya si dia, masih terus menjelajahi gunung kembarnya. Pada saat itu posisi kita duduk bersebelahan di kursi panjang yang menghadap ke bagian pintu depan. Coba bayangkan saja deh, dia setiap harinya mengenakan celana daleman pendek dan tank top saja, siapa yang tidak jantungan melihatnya ketika hendak mampir. Ada sekitar 10 menitan si Alya mengemut otongku, disana perasaanku bercampur aduk jadi satu, ada rasa deg-degan yang begitu luar biasa sekaligus kenikmatan yang belum pernah kudapatkan. Dan rasa deg-degan itu lantaran tempat terbuka. Tidak lama kemudian setelah itu, aku merasakan ingin ada yang keluar dari otongku. Aku: ya, udah mau keluar nih, (sembari aku bisikan pelan ke telinganya sembari aku ngeluarin tangan dari dalam tank topnya dan tangan kiriku memegang kepalanya dia). Alya: Slluuurrrppp... Sllluurrrrpppppp.. Yaudah langsung dikeluarin aja. Belum selesai si Alya ngomong, langsung keluar dah itu cairan yang menggumpal di mulut dia. Kemudian dia berhenti mengemut sejenak dan luber dah itu cairan hingga membasahi otongku. Dan yang membuat aku terkejut sekaligus salut ke dia, dia menelan semua cairan yang keluar dari otongku, otongku masih terus dijilatinya dan kemudian dia tersenyum sembari melihatku, cie yang lemes abis nyembur, sejenak kita saling berpandang-pandangan. AKu melempar senyuman dan dia memberikan kecupan ke pipiku. Alya: Banyak juga ya keluarnya. (ledeknya). Aku: Iya dong, hehe. Alya: Aduuh, jadi mau nyobain begituan nih. (dia sembari mengelus vaginanya dan aku terpikir ngeri sekali ini cewe kalo lagi terangsang). Aku: hehe, lalu kapan mau nyobainnya. (ledekku balik). Alya: Kapan-kapan deh, ditunggu saja waktu yang tepat, hehe. Aku: Ohh kirainku sekarang, hehe. (ledekku lagi). Alya: Kamu harus menjaga rahasia ini ya, hanya kita saja yang tahu. Aku: Okay siap ya. Alya: hhmmm, jadi makin sayang deh sama kamu gaa, jangan bosen mampir kemari dan main sama aku ya, hehe. Aku: hehe ok. Oh iya kamu udah makan? Makan dulu yok, abis itu pulang. (Aku mencoba untuk membuat suasana sangenya semakin tinggi). Alya: Kalo begitu, aku ganti baju dulu dan abis itu baru pergi ya. Kemudian si dia pergi ninggalin aku dan otongku sudah lemas di ruangan tamu sendirian. Setelah itu aku juga beres-beresin otongku daripada nantinya ada yang mampir ke dalam kost-an, kan bahaya kalo saja ketahuan sama orang lain. Sembari aku memperhatikan bokongnya Alya yang begitu semok dari belakang. Hhhmm, jadi pengen sekali ngedoggy style si Alya. Mungkin lain waktulah. Setelah itu kita berdua pulang ke kota kecil masing-masing, aku nganterin dia sampai ke rumah Putri. Katanya si Alya ada janji sama kakaknya Putri. Maka dari itu aku turuti permintaannya dan menuruninya tidak pas-pasan di depan rumah Putri, masalahnya takut ada yang lihat kan gak enak. Alya: Cukup sampai disini saja ya, say. (katanya sambil senyum). Aku: Iya ya, takut ada yang lihat juga. Alya: Sesampainya di rumah, nanti aku beri kabar kamu. sayang kamu, mmuuaahh.. hati-hati ya di jalan, hehe. Aku: Okay ya, jangan lupa kabari lewat bbm ya ^^. Alya: hhmm, panggil aku sayang aja dong, hehe. Aku: Iya sayang, hehe. Alya: Nah gitu dong, hehe. Aku terus memperhatikan dia yang berjalan menuju rumah Putri untuk bertemu kakaknya Putri. Sepanjang perjalanan pulang, aku selalu memikirkan hal yang sebelumnya terjadi. Cuma berawal dari menemani bbm-an saja malamnya, bisa dapat hal begituan secara gratis. Mimpi apa aku semalam ya, pikiran aku sekarang makin gak karuan. Hal enak kok ditolak, ya dinikmati aja, hehe. (gumamku). Semakin hari kita semakin lebih dekat, setiap harinya aku dikirimkan foto bugilnya melalui bbm. Mulai dari toketnya hingga bagian kemaluannya yang katanya suka gatal ingin sekali dimasukan.
BACA JUGA: Cerita Dewasa Kuperkosa Adekku Yang Nakal