Kisah seks pertama ku ini berawal dari diriku dan temanku yang sering pergi ke klub malam di suatu daerah di Kota Medan. Disana diriku pergi ke klub malam hanya untuk melihat seorang bartender cantik yang pastinnya berpenampilan bertubuh mungil dan langsing, kulit lembut dan putih dibalut pakaian kerjanya yang menggunakan kemeja putih dan rompi biru dongker disertai model baju yang minim membuat dia dimataku menjadi sangat sempurna. Sebelum aku menceritakan sedikit pengalaman seks ku ini, perkenalkan namaku adalah Edward yang berumur 30 tahun namun dalam hal performa tubuh masih seperti pemuda berumur 20 tahun bro.
Jessie Ialah Kisah Cinta Pertamaku dan Kisah Seks Pertamaku
Terlebih dahulu biarkan aku mengenalkan diriku yang bernama Edward 30 Tahun. Pertama kali aku bisa bertemu Jessie itu berawal dari aku yang sering pergi ketempat dugem disuatu tempat dekat daerah ku di Medan. Sanking seringnya aku pergi berkunjung ke klub malam itu, sampai - sampai para pekerja disana mengenal namaku dengan baik, namun ada satu wanita incaraku disana, dia seorang Bartender wanita yang sangat berpengelaman dalam me-mix berbagai minuman para pengunjung yang datang, aku yang berpenampilan menarik dan sederhana pastinya semua wanita mana yang tidak mau dimiliki olehku. Aku pergi ke klub itu tidak hanya sendirian, pastinya aku selalu pergi berdua dengan teman laknat ku si Calvin yang merupakan pemilik sebuah cafe di daerah Medan juga.
Singkat cerita aku berhasil mendapatkan contact milik Jessie yang tadinya incaran ku di klub malam tadi, kami sering pergi bersama maupun itu pergi menonton, pergi makan dan sebagainya dan akhirnya akupun bisa mendapatkan hatinya yang merupakan cinta pertamaku.
Untuk perawakannya Jessie pastinya dia yang berumur cukup matang yaitu 24 Tahun. Dari penampilannya sebagai bartender yang selalu membuatku sange setiap harinya membuatku selalu ingin mendapatkannya. Namun terus - terusan kerja di tempat bar membuatku sangat takut jika dia terkena masalah apa saja dan maka dari itu aku yang memang awalnya kerja dibawah pimpinan temanku si Calvin ini merekomendasikan Jessie untuk bisa bekerja di tempat yang sama sebagai pelayan Cafe.
Suatu waktu pada saat kami mendapat hari libur bekerja yang sama, entah mengapa Jess, panggilan sehari - hariku mengajaku untuk mau berbuat lebih dari sekedar mesum dan pergi kesebuah hotel. Dengan penampilan berbadan kecil dan berisi membuat aku seketika menerima ajakannya yang sama sekali belum pernah berhubungan intim dengan seorang wanita. Sebelum kami bepacaran dia pernah bilang jika dia ini memang sudah pernah berhubungan dengan pria lain yang merupakan mantannya. Setelah kami tiba di tempat dengan menyewa satu malam kamar, Jess yang entah mengapa langsung mengajakku untuk berhubungan intim yang berawal dari mecium mesra bibirku dengan gairahnya dan akupun langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur yang dimana posisinya Jess berada dibawah dan aku diatas. "Untuk hal foreplay sudah pasti aku masih bisa bagaimana menaikan gairah seorang wanita, namun untuk berhunbungan intim, bisa jadi ini pengalaman pertamaku dengan Jess" Dalam hatiku bicara.
Setelah cukup lama bercumbu mesra dengan Jess yang bibirnya melumat kesana - sini, akhirnya aku pindah untuk mencium telinga hingga lehernya dengan lembut, dia pun ikut merasakan sensasi kelembutan cumbuanku ini sambil memeluk erat tubuhku dan dia membalikan posisinya yang semula dibawah menjadi keatas. Aku yang memang hanya memakai kaos dengan segera dilepaskan olehnya dan kemudian dia yang memakai kemeja tangan panjang berwarna putih dan rok pendek coklat melepaskan satu per satu kancing kemejanya dengan aku yang sambil meremas payudaranya dengan kedua tanganku. Setelah dia melepaskan Bra-nya, akhirnya aku bisa melihat payudaranya yang sangat pas dengan postur tubuhnya yang langsing, sangat pas dengan jari - jariku yang memainkan putingnya hingga mengeras dan tak hanya diam, dia juga menggesek - gesekan vaginanya yang masih diselimuti CD kebagian kejantananku yang pastinya dengan tidak sabar aku segera membuka celana dan CD ku dengan sesegera mungkin. Setelah aku benar - benar bugil dan Jess hanya memakai CD, aku berlutut dan dia duduk diatas tempat tidur bersama yang dimana dia memainkan batang kebanggaanku dengan ahlinya dan memasukan kedalam mulutnya yang manis, tentu menjadi sensasi terbaik sepanjang hidupku karena penis yang dikulum oleh wanita dengan ahlinya. Setelah sekian lama dia mengocok dan menghisap penisku, kemudian dia menyuruhku untuk meletakan penisku kearah payudaranya dengan sambil mejepitnya, rasa dari kenikmatan tersebut membuatku ingin melayang ke langit. Dengan lucunya dia menjepit dan mengocokkan penis hangat dan kerasku ini, setelah sekian lama diriku diobrak abrik olehnya, dia berkata "Masukan ayo cepat dong, aku lagi mau ni".
Tanpa pikir panjang melihat mukanya yang begitu menggairahkan aku melepaskan CDnya tadi dan mencoba perlahan memasukan penisku yang sudah dalam batas ketegangan yang maksimal ini kedalam vaginanya yang masih terbilang kencang dan rapat meskipun pernah tersentuh pria lain. Aku lalu menggunakan cara basic yang pastinya bergerak maju dan mundur untuk melakukan penetrasi pertema ku, dengan awal yang perlahan mengenjot penis di vaginanya, dia memang sudah menyukainya sambil dirinya yang ikut membantu pergerakan bercocok tanamku ini. Setelah hampir belasan menit melakukan gerakan yang sama sambil terkadang mecium dan meremas payudaranya yang indah bagiku, Jessie ingin mencoba berada diatas permaianan dengan cara meniduri diriku. Dengan begini aku lebih leluasa lagi untuk menjamah dan meraba seluruh badannya sambil dia melakukan gerakan terbaiknya yang rasanya ingin segera meletuskan sperma hangat ini ditambah lagi dengan desahan dari suara manisnya yang membuat aku ingin segera lekas menembak torpedo kebanggaanku ini. Setelah aku tidak sabar untuk menembakan sperma kental ini, aku langsung membalik badan Jessie secepat mungkin dan melakukan penetrasi secepat - cepatnya hingga desahan manis Jessie berubah menjadi jeritan kenikmatan baginya dan kami sambil menggenggam kedua pinggang kami dengan erat. Mungkin sudah dua puluh menit berlangsung sejak awal kami berkembang biak dan pada akhirnya Jessie berkata "Edward sayang, ayo.. aku mau keluar juga, barengan yahh.. ". Aku yang hanya mendengarkannya dan diam melanjutkan goyanganku dan hingga akhirnya penis kerasku ini perlahan mengecil di dalam vagina Jessie karena telah menyemburkan cairan kental tersebut dan tanpa ragunya Jessie membiarkan aku menembak di dalam vaginanya. Dengan posisi kami yang saling berpelukan hingga terlelap membuat malam itu menjadi malam yang ekstrim bagiku dan pengalaman seks pertamaku dengannya.
Setelah kegiatan yang kami lakukan malam itu, aku dan Jessie yang masih berpacaran hingga sekarang Jess masih tiada bosannya mengajak untuk melakukan aktifitas paling enak di dunia tersebut dengan gerakan - gerakan baru yang kupelajari dari dirinya dan tak luput dari video porno yang kami lihat untuk belajar melakukan hal - hal baru dalam berhubungan seks.
BACA JUGA: