Hai guys ini pengalaman cerita aku yang paling membuat aku merasa bersalah kepada istriku sendiri. Sebut saja nama saya Eko, saya adalah tergolong orang yang cukup sukses sehingga saya harus mempekerjakan pembantu untuk membersihkan seisi rumah saya. Saya ada pembantu yang bernama bibi maya, dia telah bekerja cukup lama di rumah sana dan ini adalah tahun ke tiga dirinya bekerja untuk saya. Dirinya selalu mendapatkan perlakuan baik oleh keluarga saya begitupun diriku yang selalu memberikan perlakuan lebih untuk dirinya.
Meskipun saya begitu berlebihan dengananya, nampaknya dia tetap tenang saja tidak ada memikirkan apa-apa tentang kelebihan saya. Mungkin dirinya merasa sepanjang hidupnya terjamin untuk apa dirinya memikirkan hal itu. Dia sangat rajin menabung setiap gaji yang dia terima setiap bulannya untuk jaminan dirinya di hari tua nanit. Dan yang lebih saya khawatirkan apabila ketahuan istri saya ialah ketika saya meminta dirinya melayani saya diwaktu istri saya sedang tidak berada di rumah. Untuk hal tersebut dirinya juga tidak memperdulikan yang hebatnya dia juga ikut menikmati suasana tersebut.
Meskipun orang kampung, bi maya termasuk wanita yang menarik. Usianya tidaklah terlalu tua, seputar 32 tahunan. Penampilannya tidak seperti wanita desa. Dia pintar menjaga tubuhnya hingga terlihat masih tetap sintal serta menggairahkan. Bahkan juga pak eko begitu terpikat lihat kedua payudaranya yang montok serta kenyal. Kulitnya cukup gelap akan tetapi tertangani bersih serta halus. Masalah muka walau tidak termasuk cantik akan tetapi mempunyai daya tarik sendiri. Sensual! Demikian kata pak eko pertama kalinya mereka bercinta di belakang dapur satu ketika.
Bi maya dirinya adalah janda yang telah lama ditinggal suaminya akan tetapi masih tetap mempunyai gairah yang tinggi sebab nyatanya tidak hanya berselingkuh dengan majikannya, dia sempat bercinta juga dengan kang mamad, Satpam penjaga rumah. Perselingkuhannya dengan kang mamad bermula saat dia lama dibiarkan oleh pak eko yang tengah pergi ke luar negeri saat satu bulan penuh. Saat itu juga bi maya terasa kesepian, tidak ada lelaki yang isi kekosongannya. Ditambah lagi pada saat itu hawa malam berasa demikian menyerang tulang. Tidak tahan oleh gairahnya yang meletup-letup, dia nekat merayu Satpam itu untuk dibawa ke atas ranjangnya di kamar belakang.
Bukan hanya itu saja pengalamannya, dirinya juga pernah merasakan disetubuhi oleh anak tunggal saya yang bernama edward. Pada saat itu dirinya sangat merindukan diriku untuk menyentuh dirinya akan tetapi pada saat itu situasi yang sangat tidak memungkina diriku untuk mengauli dirinya di kamar belakang. Alhasilnya anak tunggal saya lah yang menemani malam yang indah bersama dirinya karena anak saya sudah lama mengiginkan dirinya juga dan pada kesempatan emas itu di gunakan oleh anak tunggal saya untuk meniduri bi maya yang tengah bergairah untuk di setubuhi laki-laki.
“Den edward?!” pekiknya sekalian meredam suaranya.
“Den ngapain di kamar Bibi?” tanyanya kembali kebingungan lihat muka edward yang merah padam.
Mungkin sebab birahi bercampur malu ketahuan tingkah laku nakalnya.
“Bi.. ngghh.. anu.. ma-maafin edward..” tuturnya dengan nada memelas.
Kepalanya tertunduk tidak berani memandang muka bi maya.
“Tapi.. baru saja nga.. ngapain?” tanyanya kembali sebab tidak sempat menduga anak majikannya berani melakukan perbuatan semacam itu kepadanya.
“edward.. ngghh.. semula ingin meminta tolong Bibi bikinin minuman..” tuturnya menuturkan.
“Tapi waktu simak Bibi kembali tidur sekalian menggeliat-geliat. . ngghh.. edward tidak tahan..” tuturnya lalu.
“Oohh.. Den edward.. itu tidak bisa. Kelak jika ketahuan Papah Ibu bagaimana?” Bertanya Bi maya.
“edward tahu itu salah.. tetapi.. ngghh..” jawab edward ragu-ragu.
“Tapi mengapa?” Bertanya Bi maya ingin tahu
“edward ingin seperti Kang mamad..” jawabnya lalu.
Kepala Bi maya seperti disamber geledek dengar perkataan edward. Bermakna dia paham tindakannya dengan Satpam itu, kata hatinya cemas. Wah bagaimana ini?
“Kenapa Den edward ingin itu?” tanyanya lalu dengan lembut.
“edward seringkali ngebayangin Bibi.. juga. . ngghh.. anu..”
“Anu apakah?” desak Bi maya semakin ingin tahu.
“edward senang ngintip.. Bibi sewaktu mandi,” akunya sekalian melirik mengarah baju tidur Bi maya yang telah terbuka lebar.
Edward melenguh panjang melihat bukit kembar montok yang menggantung tegak pada dada bi maya itu. Bi maya dengan refleks membereskan pakaiannya untuk menutupi dadanya yang telanjang. Kurang ajar mata anak bau kencur ini, gerutu Bi maya dalam hati. Tidak jauh beda dengan Bapaknya.
“Boleh khan Bi?” kata Edward lalu.
“Boleh apakah?” sentak Bi maya mulai sewot.
“Boleh itu.. ngghh.. anu.. seperti barusan..” pinta Edward tiada perasaan bersalah sambil mendekati kembali Bi maya.
“Den Edward janganlah kurang ajar demikian sama wanita.., ” tuturnya sambil mundur menjauhi anak itu. “Nggak bisa!”
“Kok Kang mamad bisa? Kelak Edward bilangin lho..” kata Edwarde meneror.
“Eh janganlah! Tidak bisa katakan ke siapapun juga. .” kata Bi maya cemas.
“Kalau begitu bisa dong Edward?”
Kurang ajar bener anak ini, berani-beraninya meneror, makinya dalam hati. Tetapi bagaimana jika dia bilang-bilang sama orang yang lain. Oh Janganlah. Jangan pernah! Bi maya memutar otak bagaimana triknya supaya anak ini bisa dikuasai supaya tidak narasi pada yang lainnya. Bi maya lantas tersenyum pada Edward sambil mencapai tangannya.
“Den Edward ingin pegang ini?” tuturnya lalu sekalian menyimpan tangan Andre ke atas buah dadanya.
“Iya.. ii-iiya..,” tuturnya sekalian menyeringai senang.
Edward meremas kedua bukit kembar punya Bi maya dengan bebas serta sepuas-puasnya. “Gimana Den.. enak tidak?” Bertanya Bi maya sekalian melirik muka anak itu.
“Jika dilihat-lihat tampan juga anak ini, walaupun masih tetap ingusan tetapi dia masih seseorang lelaki juga”, fikir Bi maya. Tidakkah barusan dia merindukan kedatangan seseorang lelaki untuk memuaskan perasaan dahaga yang demikian menggelegak? Mungkin anak ini tidak cocok dengan apakah yang diinginkan, tapi daripada tidak benar-benar?
Sesudah berpikiran semacam itu, Bi maya jadi ingin tahu. Ingin tahu bagaimana rasa-rasanya bercinta dengan anak dibawah usia. Tentu saja masih tetap polos, lugu serta butuh di ajarkan. Mengingat ini perihal Bi maya jadi terangsang. Kemauannya untuk bercinta makin menggelora. Jika saja lelaki ini ialah pak eko, tentu saja telah dia terkam semenjak barusan serta menggumuli batang kontolnya untuk memuaskan nafsunya yang telah ke ubun-ubun. Tetapi nantikan dahulu. Dia masih tetap anak-anak. Jangan pernah dia kaget serta justru akan membuat ketakutan.
Lantas dia biarlah edward meremas-remas buah dadanya sesuka hati. Dadanya menyengaja dibusungkan supaya anak ini bisa lihat dengan jelas keindahan buah dadanya yang sangat dibanggakan. edward coba memilin-milin putingnya sekalian melirik ke muka Bi maya yang terlihat meringis seperti meredam suatu.
“Sakit Bi?” tanyanya.
“Nggak Den. lanjutkan saja. Janganlah berhenti. Ya demikian.. terus sekalian diremas.. uugghh..”
edward ikuti semua perintah Bi maya. Dia nikmati sekali remasannya. Demikian kenyal, montok serta oohh asik sekali! Fikir edward dalam hati. Entahlah mengapa tidak diduga dia ingin mencium buah dada itu serta mengemot putingnya seperti saat dia masih bayi.
Bi maya terkejut akan pergantian ini sekaligus juga suka sebab walau sedotan itu tidak semahir lelaki dewasa tetapi cukuplah membuat terangsang hebat. Ditambah lagi tangan edward satunya kembali telah mulai berani mengelus-elus pahanya serta merambat naik dibalik pakaian tidurnya. Perasaan Bi ,maya sambil melayang-layang dengan cumbuan ini. Dia telah tidak sabar menanti gerayangan tangan edward dibalik roknya selekasnya sampai ke pangkal pahanya. Tetapi kelihatannya tidak hingga. Pada akhirnya Bi maya menggerakkan tangan itu menyelinap lebih dalam serta langsung menyentuh daerah sangat sensitive. Bi maya memang tidak pernah menggunakan celana dalam jika tengah tidur. “Tidak bebas”, tuturnya.
edward terkejut demikian jemarinya menyentuh daerah yang merasa demikian hangat serta lembab. Nyaris dia menarik kembali tangannya jika tidak ditahan oleh Bi maya.
Edward rasakan batang kontolnya seperti dihisap liang mem*k Bi maya. Berasa sekali kedutan-kedutannya. Dia lantas menggerakan pantatnya turun naik. Kontolnya bergerak cepat keluar masuk liang nikmat itu. Bi maya tidak ingin kalah. Pantatnya bergoyang ke kanan-kiri menyeimbangi tusukan kontol edward.
“Auugghh Deenn..uueennaakk! ” jerit Bi maya seperti kesetanan.
“Terus Den, janganlah berhenti. Ya tusuk ke situ.. auughgg.. aakkhh..”
edward percepat gerakannya sebab mulai rasakan air maninya akan muncrat.
“Bi.. saya ingin keluaarr..” Jeritnya.
“Iya Den.. mari.. keluarin saja. Bibi ikut ingin keluar.. ya terusshh.. oohh teruss..” tuturnya tersengal-sengal.
Edward coba bertahan sekuat tenaga serta selalu menggenjot liang mem*k Bi miya dengan tusukan terus-menerus hingga kemudian kerepotan melawan goyangan pinggul wanita memiliki pengalaman ini. Badannya sampai terangkat ke atas serta sekalian memeluk badan Bi maya erat-erat, edward menyemburkan cairan kentalnya berulang-kali.
“Crot.. croott.. crott!”
“Aaakkhh..” Bi maya ikut alami orgasme.
Sekujur tubuhnya bergetar hebat dalam pelukan erat edward.
“Ooohh.. Deenn.. hebat sekali..”
Ke-2 insan yang tengah lupa daratan ini bergulingan diatas ranjang rasakan sisa-sisa akhir dari kesenangan ini. Nafas mereka tersengal-sengal. Peluh membasahi semua badan mereka walau hawa malam di luar cukuplah dingin. Terlihat senyum Bi maya mengembang di bibirnya. Penuh dengan kenikmatan. Dia melirik genit pada edward.
“Gimana Den. Enak khan?”
“Iya Bi, enak sekali,” jawab edward sambil memeluk Bi maya.
Tangannya mencolek nakal ke buah dada Bi maya yang menggelantung persis di muka mukanya.
“Ih Aden nakal,” tuturnya makin genit.
Tangan Bi maya kembali merayap mengarah batang kontol edward yang telah lemas. Mengelus-elus perlahan-lahan sampai batang itu mulai menunjukkan kembali kehidupannya.
“Bibi isep kembali ya Den?”
Edward cuma dapat mengangguk serta kembali rasakan hangatnya mulut Bi maya saat mengulum kontolnya. Mereka kembali bercumbu tiada kenal waktu serta baru berhenti saat terdengar kokok ayam bersahutan. Edward tinggalkan kamar Bi maya dengan badan lunglai. Habis telah tenaganya sebab bercinta semalaman. Tetapi terlihat mukanya berseri-seri sebab malam itu dia telah rasakan pengalaman yang mengagumkan.
BACA JUGA: Cerita Seks Agus Bermula dari Celana Dalam Vita