Hallo guys, kali ini ada seorang narasumber yang ingin cerita pengalaman sexnya ketika memperkosa seorang tante-tante yang sangat sombong dengannya. Dan pada akhirnya dirinya melakukan pemerkosaan kepada tante tersebut dan alhasil tante sombong itu menjadi sangat baik dengannya dan terus ingin berhubungan badan dengannya. Pada suatu pagi yang sagat cerah, dihanyuti dengan udara sejuk menyambut hari minggu yang cerah. Seperti biasanya pada hari minggu pagi saya selalu melakukan olahraga dan berlari di taman kota disana saya melihat tante novi yang tengah duduk di dekat bunga-bunga yang indah di taman. Meskipun dirinya yang memperlihatkan wajahnya yang sangat angkuh dan sombong, akan tetapi kecantikannya tidak dapat di simpannya.Kuperkosa Tante Sombong
Saya barusan tuntas mandi serta punya niat ngeteh diteras rumah sekalian mnghirup hawa pagi yg fresh. Namun mataku lihat tante novi tengah asik nikmati keindahan bunga ditaman depan rumah. Dengan style ala petani bunga Cibodas, tante novi terlihat srius mmperhatikan tanaman itu. ” Pagi tan ” sapaku. ” Hmm… ” balasnya tiada berpaling dari rumpunan bunga. ” Ingin saya buatin minum nda tan!? ” tanyaku kembali tengah tawarkan layanan. ” Nda perlu!! ” jawabnya pun sambil membelakangiku. Saya tidak lihat tante Rita, Hendri atau Nita pagi hari ini. ” Ach, pada lari pagi kali? ” fikirku dalam hati. Saya kmbali mmperhatikan tante novi yang memblakangiku. Dari mulai betisnya yg putih mulus mskipun terlihat kurus, pahanya yg lebih mulus dari betisnya, bokongnya walau trbalut clana pendek, akan tetapi trlihat jelas lekukannya. ” Coba ia dapat saya tiduri sperti tante Rita ya? ” gumanku dalam hati. Belumlah habis lamunanku,tau-tau kulihat badan tante novi terhuyung lemah ingin tersungkur. Secara cepat saya meloncat serta memegangi tubuhnya yang hampir tersungkur itu, meninggalkan bekas lamunan cabulku. Kurangkul tubuhnya yg mulus serta trlihat lemas sekali. “Ga papah kan tan??” tanyaku penuh perasaan cemas, sraya mmapah badan tante novi. “Kepalaku terasa pusing Fad” jawab tante novi lemah. “Ya sudah, istirahat saja didalam” saranku sekalian selalu memapahnya ke rumah. “Akhirnya saya dapat mrangkulmu Vone” ucapku dalam hati. Ada sjuta kebahagian dihatiku karena dapat merangkul badan si angkuh trsebut. Stelah brada di dalam rumah, dengan perlahan-lahan kududukan tante novi disofa ruangan tamu. Dengan menarik nafas tante novi duduk serta brsandar pada sandaran sofa. Stelah itu saya mengambil langkah mninggalkannya sendiri. Tidak brapa lama saya kembali dngn sgelas air hangat serta mnghampiri tante novi yang tengah brsandar disandaran sofa. “Minum dahulu tan, agar lebih enak!” ujarku sekalian mnyerahkan gelas brisi air hangat yg kubawa. Tante novi juga mminum air hngt yg kuberikan. “Makasih ya Fad” katanya lemah sekalian mletakan gelas dimeja yg ada didepannya. “Kepalanya masih tetap pusing gak tan!?” tanyaku. Tante novi cuma mnganggukan kpalanya. “Mau dipijatin gak!?” tanyaku kembali. “E, em” jawab tante novi prlahan seolah tengah mnahan sakit. Saya juga sgera memijat dari mulai kpalanya dngn prlahan tempat, kmudian dahinya yg ia katakan mrupakan pusat perasaan sakitnya. “Wah, knapa tante Fad!?” bertanya Nita yg barusan pulang. “Tadi si tante hampir jatuh, kepalanya pusing Nit!” jawabku. ” Trlalu lelah kali!? ” tutur Nita sekalian mlangkah kedapur. “Dah aga mndingan Fad” jelas tante novi dengan mata terpejam, nikmati pijatan pijatan jariku. Berasa hangat dahinya brsamaan dngn perasaan hangat yg menjalari tubuhku. Harum aroma badan tante novi terasa menusuk ke dua lobang hidungku. Mmbuat saya ingin lebih lama kembali memijat serta dekat dengannya. “Masuk angin kali tan, dahinya aga anget ne!? ” jelasku, brupaya memancing supaya niatku terwujud. “Iya kali? “ujarnya juga, seolah mngerti akan makna ucapanku. Membuatku semakin brani lebih jauh. “Mau dikerikin gak!?” tanyaku dngn penuh haraf padanya. “Memang kamu dapat!?” tante novi balik brtanya. Membuat hatiku trasa brdebar tidak karuan. “Ya bisa… ” jelasku dngn cepat, takut tante novi brubah fikiran kembali. “Ya sudah, tetapi dikamar ya…, gak enak disini” pinta tante novi. Mmbuat hatiku brdebar semakin cepat. Dengan prlahanku papah ia mlangkah mnuju kamarnya. Akupun brusaha untuk meredam serta menentramkan hatiku. Yang mulai dirasuki kemauan serta fikiran kotorku. Sesudah brada di dalam kamar, kusarankan supaya ia istrahat diranjangnya. Tante novi juga mrebahkan tubuhnya sraya brnafas panjang. Seakan-akan ada beban berat yg dibawa. Saya sgera brlalu mngambil obat gosok serta coin untuk mengerik badan tante novi. Stelah kudapati smua yg kubutuhkan, saya kembali mnghampiri tante novi yg tengah menunggu. Dengan mmbranikan diri saya memintamya supaya ia mlepaskan baju yg dipakainya. Ia juga prlahan melepas baju atau pakaian yg dipakainya. Shingga tante novi sekarang cuma mngenakan bra yg brwarna pink serta clana pendek saja. Ada getaran hangat mnjalari sluruh tubuhku, waktu melihat tante novi mmbuka pakaiannya. Sampai mmbangunkan kjantanan serta udara nafsuku. Yang memang sudah mngendap dibenakku semenjak awal, saat memprhatikan ia ditaman. Dengan prasaan yg tidak mnentu serta dibayang-bayangi nafsu dibenakku. Akupun mulai mngusap … ..usap punggung mulus yg mmblakangiku, dngn hati hati sekali. “Tali branya dibuka saja ya tan??” pintaku pnuh haraf sekalian trus mngusap serta mengerik punggung bagus dihadapanku. “Iya… ” jawabnya lirih. Meredam kerikan dipunggungnya, entahlah sakit atau geli saya tidak tahu. Yang tentu tanganku sgera melepas kait tali branya, hingga mmbuat branya mlorot mnutupi sbagian payudaranya yg bundar serta berisi. Sperti payudara punya gadis umumnya. Stelah tanpa kembali penghambat dipunggungnya, akupun membalurinya dngn minyak gosok. Serta jari jemarikupun menari mmbentuk garis dipunggung tante novi. Sekalian sekali kali mataku melirik mengarah payudaranya yg brusaha tertutupi dngn bra serta ke-2 tlapak tangannya. Tetapi perihal trsebut mmbuatku smakin terangsang didorong perasaan pnasaran yg tramat. Smentara tante novi cuma trdiam sraya mmejamkan matanya yg bundar serta indah. ” Perlahan perlahan ya Fad!? ” pintanya masih tetap dngn mata yg trpejam. Tau-tau pintu kamar prlahan terbuka, terlihat Nita tengah brdiri didepan pintu. “Tan saya mo kerumah tman dahulu ya!?” tutur Nita brpamitan sraya matanya mlirik kearahku. “Iya Nit… ” balas tante novi tiada brpaling kearahnya. Kmudian scara prlahan Nita mnutup pintu kembali serta brlalu pergi. Jari tanganku mulai nakal trhadap pekerjaannya, jariku trkadang nyelinap di bawah ketiaknya brusaha mencapai benda yg bundar serta padat brisi yg ditutupinya. Tetapi tangan tante novi kadang berusaha menghalanginya, dngn merapatkan pangkal lengannya. “Jari kamu nakal ya Fad!? ” kata tante novi setengah berbisik sambil melirik ke arahku. Membuatku trsipu malu. “Habis gak kuat sih, tan…” jawabku jujur. Tetapi tante novi justru melepas branya sehingga sekarang payudaranya terlihat polos tiada plindung kembali. Serta langsung jadi makanan kedua mataku tiada berkedip. Langsung mmbuat hatiku brdebar debar mnyaksikan panorama trsebut. “Sekarang dapat kamu plototin pe senang dech!!” tutur tante novi tidak kembali mnutupit buah dadanya dngn ke-2 tlapak tangannya kembali. Jantungku trasa bgitu cepat brdetak serta mmbuat lemas sluruh prsendianku. Kontolku brlahan tetapi tentu mulai brdiri tegak mngikuti dorongan hasratku. “Memang dah tuntas ngeriknya Fad!?” tegur tante novi mngingatkanku. Mmbuat saya sgera mlanjutkan prkerjaanku yg trtunda sekejap. Hampir sluruh sisi belakang badan tante novi sudah kukerik serta brwarna merah brgaris garis. Cuma sisi bokongnya yg lepas dari kerikanku karena trhalang dngn clana pendek dan CD yg dikenakannya. Tetapi belahan bokongnya sudah senang kuplototin. Pada akhirnya pekerjaanku tuntas juga. Lalu dengan perlahan-lahan jari jariku memijati pundaknya. Tante novi mnundukan kpalanya, sekali sekali trdengar nada dahak dari mulutnya. “Sudah Fad!” printahnya, supaya saya mnyudahi pijatanku. Dengan prasaan malas akupun mnghentikan pijatanku serta sgera mmbrsihkan bekas sisa minyak dikedua tlapak tngnku. ” Bersihkan tanganmu dahulu agar bersih sana!!” pinta tante novi skaligus printah. Akupun branjak pergi kekamar mandi yg memang benar ada di dalam kamar trsebut. Stelah selesai mncuci sluruh tanganku sampai bnar bnar bersih. Akupun kembali mendekati tante Ivon yg tengah telentang di atas ranjang masih tetap dngn kondisi sparuh bugil. Sperti waktu saya tinggalkan kekamar mandi. Sampai payudaranya yg bundar serta brisi terlihat mmbusung besar didadanya, dngn puting yg brwarna coklat susu. “Ayo Fad, kamu ingin mainin ini kan!?”. “Aku pun ingin kok!?” kata tante novi sekalian mremas salah satunya payudaranya sampai putingnya mnonjol kearahku. Akupun mndekat mnghampirinya dngn perasaan nafsu. Membuat kontolku semakin brdiri serta mngeras kencang di balik clanaku. Akupun tidak mnunggu lebih lama, sgeraku remasi payudaranya yg mnantang. Tante novi bergelinjang waktu tlapak tanganku mndarat serta meremas ke-2 payudaranya. ” Achh.., iya Fad trussss ” rintihnya prlahan. Jari jemariku semakin liar mremasi sluruh daging bundar yg padat brisi. JariQ pun mainkan putingnya yg mulai mngeras. ” Iya,.., mari diisep Fad.., aaaayooo “pinta tante novi dngn nafas taj tratur. Akupun sgera mnjilati serta mengisapi puting payudaranya. “Aduhhh…, enaaaak, trusss….” desah tante novi sambil memegangi kepalaku. Saya makin bernafsu dengan puting yang kenyal sperti urat serta mnggemaskan. Smentara tante novi smakin mndesah tidak karuan. Tangan kananku melaju mengarah selangkangan di bawah pusar, terus mneyusup masuk di antara celana serta CD tante novi. Sampai jari jariku terasa menyentuh rumput halus yg cukuplah lebat didalamnya. Tante novi membuka pahanya ketika jari telunjukku berusaha masuk dalam lobang yg ada di tengah bulu bulu halus kepunyaannya. “Aowww…” jerit kecil tante novi waktu telunjukku berhasil masuk lobang memeknya. Ia juga menggeliatkan tubuhnya penuh gairah nafsu. Sementara kontolku semakin mengeras akan keluar dari kantong yang menutupinya. Lumayan lama jari telunjukku keluar masuk di dalam memek tante novi, sampai lobang itu mulai trasa basah serta lembab. Hingga kemudian tangan tante novi meredam pergerakan tanganku serta mminta mnyudahinya. “Aaaachhh.., udaahhh., Faddh.., aaachh” rintih tante novi. Akupun menarik tanganku dari balik clananya serta mlepaskan putingnya dari mulutku. “Buka pakaianmu dong, Fad!!” sengit tante novi sambil bangun serta mlepaskan clana pendek dan CDnya. Shingga ia bugil serta terlihat rumput hitam di tengah slangkangannya yg barusan ku obok obok. Akupun mlepaskan smua pakaianku serta bugil sperti dianya. Dengan senyum manis kearahku, tante novi mendekat serta brjongkok pas dimuka slangkanganku. “Aouw, gede sekali..!!” sengit tante novi sraya tlapak tangannya mraih kontolku yg sudah brdiri serta keras. Dngn tangan kanan ia mmegang erat batang kontolku, sedang tlapak kirinya mngelus elus kpalanya. Sampai kpala kontolku trasa brdenyut hangat. Kmudian dimasukan kontolku dalam mulutnya sraya matanya mlirik ke arahku. “Agghhh… “aku mlengguh tidak saat sluruh kontolku tnggelam masuk dalam mulutnya. Darahku brdesir hangt mnjalari sluruh urat ditubuhku. Saya cuma bisa memegangi kpala tante … …novi, mremas dan mngusap usap rambutnya yg ikal sebahu. Smentara tante novi smakin liar, sbentar mngulum serta mngemud seolah ia ingin melumat sluruh kontolku. Trnyata ia lebih buas dari tante Rita. Trkadang ia mnjilati dari batang sampai lobang kencing dikpalanya. ” Aaaaaaa… ” erangku meredam perasaan nikmat nan tramat. Trasa tubuhku melayang-layang jauh tidak menentu. Entahlah brapa lama tante novi mengemut, mnjilat serta mngulum kontolku. Yg jelas perihal ini mmbuat tubuhku brgetar serta hampir kejang. ” Gantian dong tan, saya pun ingin jilatin memekmu! ” rengekku, hampir tidak dapat meredam nafsuku. Ingin rasa-rasanya memuntahkan keluar sekitar jumlahnya. Supaya tante novi mandi dengan air maniku. Tante novi selekasnya bangun berdiri tinggalkan kontolku yg masih tetap berdiri tegak. Lalu saya mminta supaya ia duduk dikursi tiada lengan yg ada. Akupun brjongkok mnghadap memeknya yg dihiasi bulu lebatnya. Ke-2 kaki tante novi trtumpu pada ke-2 bahuku. Jadi mulutku mulai mnjarah memek yg tlah mnganga terkuak jari jemariku, sampai terlihat jelas lobang memek yg brwarna merah serta lembab. Lidahku juga mulai mnjelajahi serta mnjilati lorong itu. “Aaaaowwh…, aaaa…, iyyyaaa.., trussss, aassstttssh” desah tante novi waktu lidahku brmain mnjilati lobang memeknya. “Aduuuhh,…, truuusss, lebihhh daallaaamm, aaah,… enaaakhh, agh, agh, aghhhh” rintihnya juga sekalian mremas serta mnjambaki rambut dikpalaku. Lidahkupun smakin liar serta brusaha masuk lebih dalam kembali. “Aaaaghh,.., gilaaaa…, enaaaksss,.., ubss,.., aaaaachghhh” nada tante novi tidak karuan. Lidahku brhenti mnjilati dinding lobang memek, sekarang brpindah pada daging mungil sbesar biji kacang hijau. Ku jilati itil yang berwarna merah serta basah dengan air mazinya serta air liurku. “Aughh…..” nada tante novi seperti tersedak sekalian mrapatkan ke-2 pahanya, sampai menjepit leherku, saat ku isap itilnya. ” Aaaaa.., auwghhh…., yaaaaa ” kata tante novi lirih. ” Udahhh…, Fad…, udddaah Faadd ” rengek tante novi sekalian menggerakkan kepalaku dengan kakinya yang terkulai lemas dibahuku. Akupun melepas isapan mulutku pada itil tante novi serta bangun berdiri didepannya dengan kontol yang masih tetap tegak serta keras. Lalu minta tante novi supaya bangun dari duduknya. Sekarang saya yang menukar tempatnya duduk dikursi. Tante novi naik keatas pahaku serta tubuhnya menghadap kearahku, sampai badan kami sama-sama berhimpitan. Lalu tante novi mmbimbing kontolku masuk kelobang memeknya dengan jarinya. ” Aagghhsss.. ” rintih kecil tante novi saat kontolku masuk menyerang memeknya. Selang beberapa saat bokongnya mulai naik turun, mengesek gesek kontolku didalamnya. Akupun mngimbanginya dngn mmegangi pinggulnya mmbantu bokongnya naik turun. ” Aachhh.., yaaaa, oohhh, enaaak Fadd “. ” Auwwghhh…., aaaaaa…, oohhhh, yaaa ” racau tante novi tidak karuan bila tubuhnya turun mnenggelamkan kontolku dimemeknya. ” Aauwww, saya gak tahan ne Fadd,…, aaaauwww, yessss ” rintih tante novi sambil menggerakan bokongnya secara cepat. Akupun membalas reaksinya, dengan melumat kembali payudaranya .”Aaaaaawhhh……..”erang tante novi sekalian mendesak bokongnya lebih rapat dengan selangkanganku. Akupun mengejang meredam desakan pantat tante novi. “Aaaachhhh…….” pada akhirnya saya tidak dapat kembali membendung cairan kental dari dalam kontolku. Kamipun sama-sama berpelukan dengan erat sesaat dengan bercampur peluh masing masing. Sesudah lumayan lama kami berpelukan, kamipun bangun dengan malas, malas bergerak dari situasi yang ada. Sesudah itu kamipun mandi bersihkan badan kami semasing yang basah dengan keringat kesenangan. Pada akhirnya saya dapat menidurimu serta menaklukan keangkuhanmu novi cantika.
