Cerita ini bermula dari kisah seksku dengan tetangga sebelahku yang sangat menggoda hasrat seksku setiap harinya jika aku melihatnya, ialah Elly 26 tahun. Dia sehari - harinya membantu orang tuanya yang membuka usaha rumah makan di kediamannya itu. Perkenalkan atau panggil saja aku dengan nama Wilson. Elly memang anak satu - satunya dari keluarganya dari 3 bersaudara yang dimana dialah anak paling kecil. Penampilan Elly sangat menggoda setiap harinya dengan hanya sering menggunakan celana short di setiap hari - harinya itu dan tak kalah hot pakaiannya yang sering menggunakan kaos bertali satu dengan ukuran yang pas badan sehingga membuat pria yang melihatnya ikut merasakan enggas yang tak terkendali. Sehari - harinya memang aku dekat dengan orang tua begitupun juga Elly karena aku yang ngekos dengan temanku dan pastinya aku hampir setiap hari berkunjung dan membeli makanan dirumah mereka. Karena sanking baiknya Ibu dan bapak Elly denganku karena sikap ramahku kepada orang tuanya, sehingga ketika aku tak memiliki duit untuk makan, kapanpun bisa mampir untuk makan disini dengan gratis. Membuatku semakin mulus jika ingin mendekati Elly wanita idamanku.Keinginan Untuk Bisa Bersetubuh Dengan Elly Bisa Dirasakan Setiap Melihatnya Tampil Sexy
Akhirnya aku yang sudah mulai dekat dengan Elly karena kepribadianku yang mungkin cocok dimatanya, membuat kesempatan untuk bisa bersetubuh dengan Elly sangat akan yakin bakal terjadi sampai pada saat orang tua Elly memutuskan untuk menutup tempat makannya karena alasan pulang kampung, Elly malah justru tidak ingin ikut pergi bersama orang tuanya dan yang membuatku kaget lagi, Orang Tua Elly mempercaiyaiku dan menyuruhku untuk bisa menjaganya dengan baik dan jangan sampai terjadi apa - apa dengan anaknya. Dengan sigapnya aku siap dengan semua permintaan orang tua Elly yang pulang kampung beberapa minggu saja. Lalu sejak hari itu, dimulai lah aksiku dengan Elly. Suatu sore saat aku berkunjung masuk kerumahnya dengan pintu yang tidak terkunci, aku dengan perlahannya masuk kerumah Elly sambil melihat kondisi mengapa tak dikunci pintu rumahnya dan aku tak begitu memikirkannya. Setelah aku yang memanggil namanya beberapa kali, akhirnya dia menjawab sapaanku yang berasal dari kamar mandi yang ternyata dia hanya memakai bra dan celana pendeknya sambil menyapa sapaanku tadi tanpa ada terlintas malu dipikirannya. Sambil terdiam melihatnya, dia segera menutup pintu dengan bra nya yang menawan, seketika batang kemaluanku ini mengeras sekuat mungkin yang bisa melihat pemandangan sekali seumur hidupku ini. Setelah dia menutup pintu rumahnya, dia masih mengenakan pakaian yang sama seperti tadi dan menyuruhku untuk duduk di sofa bersamanya. Entah mengapa aku seperti orang bodoh tidak bisa berkata apa - apa yang hanya bisa menuruti perkataanya karena terpanah oleh bentuk tubuhnya yang kali ini benar - benar ingin diberikannya kepadaku. Dengan harum body lotionnya yang semakin membuatku mendapatkan tegangan tinggin di batangku ini, aku hanya bisa menutup - nutupinya dengan gestur tubuhku yang agak mereng ke hadapan lain. Karena melihat diriku yang hanya bisa diam seperti anak kecil, Elly memegang tanganku untuk bisa memegang payudaranya yang sangat empuk dan lembut tersebut dengan dia yang sambil berkata "Kamu pasti menginginkannya" Sambil tersenyum kepadaku, dia mencoba untuk meraih bibirku dengan bibirnya yang keci ldan tipis tersebut, aku tidak tahu apa yang kupikirkan lagi namun aku langsung saja menikmati keadaan yang ada untuk bisa bersama dengannya sambil mencium dan meremas payudara Elly yang sangat kudambakan tersebut. Sedikit desahan halus dikeluarkan dia membuatku sesegera mungkin melepaskan semua pakaiannya. Sebelum melakukan hal tersebut Elly menggengam penisku yang sudah mengalami keras - keras nikmat ini. Akhirnya kami yang saling berciuman, kami juga saling membuka pakaian satu sama lain untuk bisa melihat tubuh indahnya yang selalu terpikirkan olehku. Melihat dia yang berbaring di sofa sambil telanjang, membuat penisku ini segera menghampiri kandangnya yang sudah siap bertempur, namun sebelum aku memasukan penis keras ini, Elly berkata padaku untuk pelan - pelan saja saat melakukannya. Aku hanya bisa menjawab iyaa sayangku sambil memegangi penisku, Elly mencoba untuk memasukan sendiri penisku ini ke lubang vaginanya yang juga tipis meskipun nampaknya sudah tidak perawan lagi, tapi aku yakin pasti dia sudah lama tidak melakukannya. Dengan romantisnya aku menaikan kedua kakinya dipundakku dan dengan lembutnya aku menyorong penisku dengan perlahan diiringi dengan dirinya yang mendesah kenikmatan di hajar oleh juniorku ini. Masih dengan desahan pelannya aku melanjutkan gerakanku yang sudah cukup matang dalam dunia seks ini. Akhirnya aku memberikannya gaya baru dengan menyamping sambil meremas - remas payudaranya, dia yang hanya bisa menikmati dan sambil menutup matanya, mengikuti gerakan seksku ini dengan teratur. setelah beberapa saat melakuakan gaya menyamping, aku mencoba untuk bisa menimpanya dengan posisinya yang telungkup, namun saja dia tidak mau karena takut akan spermaku yang akan di tembakan di dalamnya. Aku yang kali ini menurutinya akhirnya dia menghisap penisku ini dengan kelembutan bibirnya yang semakin membuatku ingin menyemburkan cairan jahat tersebut. Sambil sedikit mengigit kecil batangku ini, dia menjilat semua alat vitalku sampai ke buah pelirnya. Aku yang ingin segera megeluarkan sperma ini, segera dipercepat olehnya kuluman demi kuluman terbaik deberikannya untuk bisa mencapai klimaks terbaik dan pada akhirnya dia mau menelan spermaku semuanya seakan diriku yang terbayang menembakannya di vaginanya. Setelah selesai melakukan semuanya, aku dan dia tertidur lemas dan kemudian aku bersamanya melanjutkan seks di kamar mandinya sambil membersihkan tubuh kami tadi. Sampai dimana saat orang tuanya sudah kembali dari pulang kampung, dia dijodohkan dengan pria lain karena kedua orang tuanya memiliki hutang di kampung pada waktu itu dan tak bisa menebusnya, dia yang pasrah akhirnya menuruti kemauan orang tuanya dan akhirnya mereka menikah dengan sah, aku tau pasti Elly tak mencintainya setulus hati, namun karena kami yang tinggal bersebelahan, aku bisa mendengar setiap malamnya mereka melakukan kegiatan seks dengan jeritan Elly yang begitu terdengan jelas di kamarku. Aku hanya bisa tersenyum saja karena wanita seperti dia masih banyak lagi diluaran sana kalau kita bisa mendapatkannya.
BACA JUGA: