Pagi yang cerah, Saat saya mulai bangun untuk bersiap pergi ke kampus seperti biasa nya, Saya melihat didepan jendela kamar kost saya pemilik kost yang bernama, Om Joni yang sedang membersihkan halaman teras kamar kost. Om Jon adalah seorang pria yang saya tebak sudah berumur 40-an walaupun sudah tidak muda, Om Joni memiliki tubuh yang sangat bagus dan atletis dengan warna kulit yang putih dan menurut saya dia memiliki wajah yang rupawan. Ketika saya sudah bersiap pergi ke kampus, Saya melihat ke arah Om Joni. Salah satu pria yang ntah mengapa saat saya melihatnya, Jantung saya akan berdetak begitu cepat seperti sedang jatuh cinta dengan seorang pria walaupun saya juga menyadari jika Om Joni terpaut jauh umurnya dengan saya. Saya sendiri berumur 20an dimana sekarang saya masih duduk dibangku kuliah semester lima bidang akuntansi. Saya sendiri sudah mempunyai pacar yang seumuran dengan saya. Tapi bukan berarti saya tidak boleh mempunyai perasaan dengan pria yang umurnya jauh di atas saya karena saya berpikir perasaan suka dengan seseorang tidak ada yang tahu dan tidak bisa di larang. Keesokan harinya saya jatuh sakit dan tidak pergi ke kampus dan pada saat itu saya keluar kamar hanya untuk membeli air minum dan sedikit makanan agar saya bisa meminum obat. Tapi saat saya keluar dari kamar, Saya melihat Om Joni di teras kost dengan menggunakan baju yang tipis dan ketat dimana otot-otot nya keluar dan terlihat sangat seksi. Pagi itu memang sudah jam 09.00 dimana teman kost saya sudah pergi ke kampus duluan dan istri Om Joni sudah pergi bekerja karena istri Om Joni bekerja sebagai salah satu pengajar di sekolah. Om Joni sendiri sudah tidak bekerja karena perusahan tempat dia bekerja sudah bangkrut sehingga Om Joni hanya melakukan bisnis kost untuk melanjutkan hidupnya walaupun begitu ternyata sebelum nya di pecat, Om Joni juga mendapatkan pesangon yang besar dari perusahaan nya karena pegabdian nya di perusahaan tersebut sudah mencapai 20 tahun. Om Joni sendiri sering memberikan makanan gratis kepada para anak kost seperti kami. Dalam kost itu di tinggal 8 mahasiswi dan Om Joni memperlakukan kami seperti anak nya sendiri sehingga membuat anak -anak kost menjadi betah dan nyaman tinggal di kost nya. Pada hari itu, saya tiba-tiba melamun dan berpikir" Seandainya Om Joni datang ke kamar ku dan memberikan saya perhatian dan memijat tubuhku, Saya yakin pasti penyakit yang saya derita pasti akan hilang dan sembuh"pikirku. Tidak sampai disana lamunanku sekarang menjadi lebih hasrat seksualku, Kututup mataku seolah-seolah saya sedang melihat tubuh Om Joni yang tidak memakai sehelai baju pun. Lamunanku yang semakin nakal terganggu akan ketukan pintu kamarku. Kemudian saya terbangun dari lamunkan ku dan menyuruh nya masuk. Ternyata orang mengetuk pintuku adalah Om Joni. " Fan, Sudah baikan ? tanya Om Joni yang langsung duduk di kasur saya. Kemudian saya membalas nya dengan anggukan kepala. Saat itu jantung ku seakan berdetak begitu kencang dan cepat. Tapi saya tetap bersikap seperti biasa agar Om Joni tidak merasa aneh melihat saya. Fan, Mau saya buatkan teh hangat?ungkap Om Joni kepadaku. Tidak Om, Barusan Fanny sudah sarapan Om, Jawabku. Apakah pijatan Om membuat Fanny lebih baikan? Saya hanya tersenyum seakan saya senang mendapat perhatian dari Om Joni. Tiba-tiba saja Om Joni memegang paha ku dan mengatakan " Fan, Kakimu mulus sekali. Saya hanya bisa tersipu sambil menjawab" Istri Om lebih mulus koq,"jawabku. Fan, Om mulai pingin ? suaranya yang seakan sangat ingin bercumbu dengan saya. "Jangan Om..Nanti istri Om marah,"balasku Dalam hati saya ingin merasakan kehangatan dan cinta dari Om joni. Oh.. tiba-tiba saya melirik celana Om Joni yang sudah terlihat adiknya yang berdiri gagah dan menonjol di balik celananya. gairahku semakin meninggi melihat batang yang keras dan berdiri gagah. Kemudian Om Joni langsung mengecup bibir ku, Tangan nya tiba-tiba saja sudah meremas payudaraku dan burung nya sudah menempel di area vagina ku yang semakin membuat ku bergairah. Tanpa malu - malu lagi saya lansung mengikuti permainan yang Om Joni mulai kepada saya. "Bolehkan kita bercinta, Tapi apakah lu masih perawan sampai sekarang?"tanya Om Joni. "Iya Om, Sampai sekarang saya masih perawan dan belum ada yang pernah menyentuhku"jawabku "Apakah Om boleh memasukkan burung om kedalam vaginamu, Fan?? Dalam hati saya ingin sekali merasakannya tapi saya masih takut kehilangan perawanku" Pakai tangan saja nya Om,"ungkapku dengan penuh nyesal. Setelah itu Om Joni pun membuka celana dalam saya yang telah banjir karena orgasme saya. Saya melihat vagina saya sudah sangat kemerahan , Klitoris saya pun sudah mulai mengembang dan siap untuk dimasukkan burung Om Joni. Om Joni mulai melakukan aksi nya dengan memberikan jilatan langsung ke vagina saya, Sangat nikmat yang saya rasakan. Lidah nya tanpa henti menyedot dan menjilat klitoris ku yang sudah mengembang dan memerah membuat perasaan ku terasa sangat nikmat. Kenikmatan ini baru pertama kali saya rasakan. Semakin dia menyedot dan menjilat area klitorisku membuat saya langsung keceplosan mengatakan" Om, Masukkan burungmu kedalam lubang vaginaku,"ungkapku. Om joni kemudian hanya bisa tersenyum dan bahagia dan langsung mengangkat badan ku keatas hingga tepat lubang vagina ku berada di atas burungnya. Duss.. akhirnya keperawanaku hilang di telan burung Om Joni yang sudah tegak dan gagah. Biasanya kata teman saya jika keperawan itu hilang akan terasa sakit dan mengeluarkan darah tapi anehnya saya tidak merasakan itu dan bahkan saya sangat menikmati gerakan -gerakan saya naik turun untuk memasukkan burung Om Joni kedalam lubang vaginaku. Beberapa menit saya tidak bisa menahan lagi, Saya menduduki burung nya dengan sangat keras dana akhirnya saya mencapai puncak kenikmatan dimana semua air orgasme keluar dari vaginaku, Saya merasakan puncak kenikmatan bersama Om Joni. Kemudian saya merasakan sesuatu cairan yang hangat dalam vaginaku dimana Om Joni juga sudah mencapai klimaks nya dan mengeluarkan cairan sperma nya kedalam rahimku. Hari itu dimana saya sudah kehilangan keperawana saya dengan Om Joni. Walaupun begitu saya tidak pernah merasakan penyesalan karena saya menikmatinya.
Hallo guys, ini ada sebuah cerita dewasa pengalaman dari seorang narasumber yang sangat ingin ceritanya ini di publikasikan agar menjadi sebuah kenangan yang tidak terlupakan oleh dirinya dan tetap di kenang oleh semua orang yang suka seks. Sebut saja namanya novita dia menikah ketika dirinya telah menginjak usia 28. Sedangkan sekarang dirinya telah menginjak usia kepala tiga, baru satu tahun lebih saja menikah dirinya telah di karunia seorang anak laki-laki. Suaminya berusia lebih tua dari dirinya satu tahun saja, untuk masalah keluarga mereka tergolong keluarga yang sangat bahagia. Dalam pernikahan mereka yang sekarang tergolong sudah telat, karena kami menikah di usia yang sudah hampir menginjak umur kepala bercabang tiga. Ketika diriku telah melewati 40 hari setelah kelahiran bayi pertama kami, suamiku masih takut untuk melakukan hubungan badan denganku, karena dia takut menyakiti lobang memekku yang baru saja mengeluarkan anak darinya. Karena pada saat proses melahirkan dirin...