Cerita Dewasa Goyangan Maut Dari Tante Mona Untuk Alvin
Hallo guys, kini ada sebuah cerita dewasa yang sangat menarik dimana seorang pria yang lebih sudak dengan daun tua atau tante-tante. Dirinya memberikan alasan karena goyangan seorang tante-tante lebih ganas dan sudah lebih pandai dalam hal bercinta, maka dari itu dia menjadi seorang pemburu tante-tante yang masih cantik dan menawan untuk di kencani dan diajak berhubungan intim dengan nya.
Mari kita mulai serita bersenanjung ini, kejadian tersebut sudah berlalu sangat lama berkisar 4 tahun yang lalu. Dengan terus terang saja dirinya lebih senang berkencan atau berpacaran dengan tante-tante girang yang dia dapatkan dari sosial media atau bertemua di suatu tempat. Dirinya sangat menyukai wanita berumur 30-40 tahun, dengan catatan memiliki kulit yang mulus. bagi dirinya itu adalah wanita yang sangat menarik dan jam terbang dirinya lebih tinggi apalagi dalam hal bercinta tidak perlu di sanksikan lagi.
Goyangan Maut Dari Tante Mona Untuk Alvin
Akan tetapi menjadi pegawai swasta yang kerja, saya mempunyai terbatasnya waktu, tidak gampang bagiku untuk mencari wanita itu. Perihal ini yang menggerakkan saya untuk mengiklankan diriku pada suatu media massa berbahasa Inggris, untuk tawarkan layanan ‘full bodi massage’. Uang bagiku tidak jadi masalah, sebab saya datang dari keluarga menengah serta gajiku cukuplah, akan tetapi kenikmatan yang ku bisa jauh dari itu. Hingga saya tidak menempatkan tarif untuk jasaku itu, dikasih berapapun kuterima.
Selama seharian itu, semenjak iklanku keluar banyak tanggapan yang kudapat, beberapa dari mereka cuma iseng belaka, atau cuma ingin bercakap. Di sore hari, kira-kira jam 18.00 seseorang wanita menelponku.
“Hallo dengan alvin?” nada merdu terdengar dari sana.
“Ya saya sendiri” jawabku.
Dan sebagainya ia mulai bertanya ciri-ciriku. Setelah itu, “Eh ngomong-ngomong, berapakah sih panjangnya kamu miliki?” tuturnya.
“Yah normal sajalah seputar 18 cm dengan diameter 6 cm.” jawabku.
“Wah cukup pun yach, lantas apa layanan kamu ini termasuk juga semua,” sambungnya.
“Apa saja yang kamu perlukan, kamu tentu senang dech..” jawabku. Serta yang cukup mengagetkan ialah jika ia minta kesediaanku untuk mengerjakannya dengan dilihat suaminya. Akan tetapi kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.
Pada akhirnya ia memintaku untuk selekasnya hadir dalam suatu hotel "R" berbintang lima di lokasi Sudirman, tidak jauh dari kantorku. Saya menyangka jika pasangan ini bukan sembarang orang, yang dapat membayar tarif hotel semahal itu. Serta benar dugaanku, satu president suite room sudah berada di hadapanku. Selekasnya kubunyikan bel di muka kamarnya. Serta seseorang pria, dengan kenakan kimono, berumur tidak lebih dari 40 tahun membukakan pintu untukku.
“alvin?” tuturnya.
“Ya saya alvin,” jawabku. Lantas dia mencermatiku dari atas sampai bawah sebelum dia mempersilakan saya masuk ke. Tentu ia tidak mau sembarang orang menyentuh istrinya, pikirku.
“OK, masuklah” tuturnya. Kamar itu demikian luas serta gelap sekali. Saya melihat seputar, satu TV memiliki ukuran 52' tengah menunjukkan blue film.
Lantas saya melihat mengarah tempat tidur. Seseorang wanita yang kutaksir umurnya tidak lebih dari 30 tahun berbaring diatas tempat tidur, badannya dimasukkan ke bed cover tersenyum padaku sekalian menjulurkan tangannya untuk menyalamiku. “Kamu tentu alvin khan? Kenalkan saya mona” tuturnya lembut.
Saya terpana memandangnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, mukanya cantik, intinya perfect! Saya masih tetap terpana serta meredam liurku, saat ia berkata “Lho kok bingung sich”.
“Akh tidak..” kataku sekalian membalas salamnya.
“Kamu mandi dahulu dech agar fresh, tuh di kamar mandi,” tuturnya.
“Oke nantikan yach sesaat,” jawabku sekalian mengambil langkah ke kamar mandi. Sesaat, suaminya cuma melihat dari sofa dikegelapan. Secepatnya kubersihkan badanku agar wangi. Serta selekasnya sesudah itu kukenakan celana pendek serta kaos. Saya mengambil langkah keluar, “Yuk kita mulai,” tuturnya.Dengan dikit grogi saya mendekati tempat tidurnya. Serta dengan bodohnya saya menanyakan, “Boleh saya bebaskan pakaianku?”, ia ketawa kecil serta menjawab, “terserah kau saja..”.
Selekasnya kulepaskan pakaianku, ia terbelalak melihatku dalam kondisi polos, “Ahk.. ehm..” serta selekasnya mengajakku masuk ke bed cover juga. “Kamu cantik sekali mona” kataku lirih.
Saya tidak mengerti ada wanita secantik ini yang sempat kulihat serta suaminya memperbolehkan orang yang lain menjamahnya, ah.. begitu beruntungnya saya ini. “Ah kamu bisa jadi,” kata mona.
Selekasnya saya masuk ke bed cover, kuteliti tubuhnya satu-satu. Kedua bulatan payudaranya yang lumayan besar serta berwarna putih tampak menggantung dengan indahnya, di antara keremangan saya masih tetap bisa lihat dengan begitu jelas begitu indah kedua bongkah susunya yang terlihat demikian begitu montok serta kencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan. “Yaa aammpuunn..” bisikku lirih tiada sadar, “Ia betul-betul sempurna” kataku dalam hati.
“vinn..” bisik Tante mona di telingaku.
Saya melihat serta terjengah. Ya Ampuun, muka cantiknya itu demikian dekat sekali dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai demikian berasa menimpa daguku. Kunikmati semua keindahan bidadari di depanku ini, dari mulai mukanya yang cantik menarik, lekak-lekuk tubuhnya yang demikian seksi serta montok, bayangan bulat kedua buah payudaranya yang besar serta kencang dengan kedua putingnya yang lancip, perutnya yang ramping serta pantatnya yang bundar padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi serta aah.., kubayangkan begitu indah bukit kemaluannya yang terlihat demikian menonjol dari balik bed cover. Hmm.., begitu enaknya kelak waktu batang kejantananku masuk liang kemaluannya yang sempit serta hangat, akan kutumpahkan sebanyak-banyaknya air maniku ke liang kemaluannya menjadi bukti kejantananku.
“vinn.. awalilah sayang..” bisik Tante mona, membuyarkan fantasi seks-ku kepadanya. Sorotan kedua matanya yang dikit sipit terlihat demikian sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus perlahan, serta bibirnya yang ranum kemerahan tampak basah setengah terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante mona yang setengah terbuka. Demikian berasa hangat serta lunak. Kupejamkan kedua mataku nikmati kelembutan bibir hangatnya, berasa manis. Saya tidak mengerti ada wanita secantik ini yang sempat kulihat serta suaminya memperbolehkan orang yang lain menjamahnya, ah.. begitu beruntungnya saya ini. “Ah kamu bisa jadi,” kata mona.
Selekasnya saya masuk ke bed cover, kuteliti tubuhnya satu-satu. Kedua bulatan payudaranya yang lumayan besar serta berwarna putih tampak menggantung dengan indahnya, di antara keremangan saya masih tetap bisa lihat dengan begitu jelas begitu indah kedua bongkah susunya yang terlihat demikian begitu montok serta kencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan. “Yaa aammpuunn..” bisikku lirih tiada sadar, “Ia betul-betul sempurna” kataku dalam hati.
“Van..” bisik Tante mona di telingaku.
Saya melihat serta terjengah. Ya Ampuun, muka cantiknya itu demikian dekat sekali dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai demikian berasa menimpa daguku. Kunikmati semua keindahan bidadari di depanku ini, dari mulai mukanya yang cantik menarik, lekak-lekuk tubuhnya yang demikian seksi serta montok, bayangan bulat kedua buah payudaranya yang besar serta kencang dengan kedua putingnya yang lancip, perutnya yang ramping serta pantatnya yang bundar padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi serta aah.., kubayangkan begitu indah bukit kemaluannya yang terlihat demikian menonjol dari balik bed cover. Hmm.., begitu enaknya kelak waktu batang kejantananku masuk liang kemaluannya yang sempit serta hangat, akan kutumpahkan sebanyak-banyaknya air maniku ke liang kemaluannya menjadi bukti kejantananku.
“Van.. awalilah sayang..” bisik Tante mona, membuyarkan fantasi seks-ku kepadanya. Sorotan kedua matanya yang dikit sipit terlihat demikian sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus perlahan, serta bibirnya yang ranum kemerahan tampak basah setengah terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante mona yang setengah terbuka. Demikian berasa hangat serta lunak. Kupejamkan kedua mataku nikmati kelembutan bibir hangatnya, berasa manis.
Saat kira-kira 10 detik saya mengulum bibirnya, menghayati semua kehangatan serta kelembutannya. Kuraih badan Tante mona yang masih tetap ada di hadapanku serta kubawa kembali pada dalam pelukanku. “Apa yang bisa kau kerjakan untukku vin..” bisiknya lirih setengah terlihat malu. Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat, berasa dikit gemetar memendam sejuta perasaan. Serta tiada berasa jemari kedua tanganku sudah ada diatas pantatnya yang bundar. Mekal serta padat. Lantas perlahan-lahan kuusap mesra sekalian kuberbisik, “Tante tentu tahu apakah yang akan alvin kerjakan. alvin akan puaskan Tante sayang..” bisikku perlahan. Jiwaku sudah terlanda nafsu.
Kuelus-elus semua tubuhnya, akhh.. mulus sekali, dengan dikit gemas kuremas gemas kedua iris pantatnya yang merasa kenyal padat dari balik bed cover. “Oouuhh..” Tante mona merintih lirih. Bagaimanapun anehnya saya waktu itu masih tetap dapat meredam diri tidak untuk berlaku over atau kasar terhadapnya, walaupun nafsu seks-ku waktu itu berasa telah diubun-ubun akan tetapi saya ingin sekali memberi kelembutan serta kemesraan padanya. Lantas dengan gemas saya kembali melumat bibirnya. Kusedot serta kukulum bibir hangatnya dengan bergantian dengan mesra atas serta bawah. Kecapan-kecapan kecil terdengar demikian indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante mona. Kedua jemari tanganku masih tetap mengusap-usap sambil kadang-kadang meremas perlahan kedua iris pantatnya yang bundar pada serta kenyal. Bibirnya yang merasa hangat serta lunak berkali-kali memagut bibirku samping bawah serta saya membalasnya dengan memagut bibirnya yang samping atas. ooh.., berasa demikian enaknya. Dengusan perlahan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku serta berkali-kali juga hidungnya yang kecil membangir beradu mesra dengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante mona sudah memutari leherku serta jemari tangannya kurasakan menyeka mesra rambut kepalaku.
Batang kejantananku berasa makin besar ditambah lagi sebab tempat badan kami yang sama-sama berpelukan erat membuat batang kejantananku yang menonjol dari balik celanaku itu terjepit serta melekat keras di perut Tante mona yang empuk, sesaat lalu kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante mona.
Mukanya yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku sekalian selalu menjulurkan lidah di permukaan perutnya selalu turun serta sampai di daerah yang sangat kusukai, wangi sekali baunya. Tidak butuh sangsi. “Ohh apakah yang akan kau kerjakan. . akh..” tanyanya sekalian pejamkan mata meredam kesenangan yang dirasakannya. Sesaat lalu tangan itu justru menggerakkan kepalaku makin bawah serta.., “Nyam-nyam..” sangat nikmat kemaluan Tante mona. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.
Kusibakkan kedua bibir kemaluannya serta, “Creep..” ujung hidungku kupaksakan masuk ke sela kemaluan yang telah sejak dari barusan becek itu. “Aaahh.. kamu nakaal,” jeritnya cukuplah keras. Selalu jelas kemaluannya ialah terindah yang sempat kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan bentuk yang gemuk serta lebar itu membuatku makin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua iris bibir kemaluan itu dengan mulutku. “Ooohh lidahmu.. ooh enaknya alvin..” lirih Tante mona.
Sesaat saya asik nikmati bibir kemaluannya, dia selalu mendesah rasakan kegelian, persis seseorang gadis perawan yang baru rasakan sex untuk pertama-tama, kasihan wanita ini serta begitu bodohnya suaminya yang cuma memandangku dari kegelapan. “Aahh.. sayang.. Tante senang yang itu yaahh.. sedoot kembali dong sayang oogghh,” dia mulai banyak memakai kata sayang untuk memanggilku. Satu panggilan yang kelihatannya sangat mesra untuk step awal ini. Lima menit lalu.. “Sayang.. Saya ingin cicip miliki kamu pun,” tuturnya seperti memintaku hentikan tarian lidah diatas kemaluannya.
“Ahh.. baik Tante, saat ini giliran Tante,” lanjutku lalu berdiri mengangkang diatas mukanya yang masih tetap berbaring. Tangannya langsung mencapai batang kemaluan besarku serta sesaat terperanjat mengerti ukurannya yang jauh diatas rata-rata.
“Okh vin.. indah sekali punyamu ini..” tuturnya padaku, lidahnya langsung menjulur mengarah kepala kemaluanku yang telah sejak dari barusan tegang serta sangat keras itu. “Mungkin ini tidak akan cukuplah jika masuk di.. aah mm.. nggmm,” belum juga beberapa kata isengnya keluar saya telah menghunjamkan burungku mengarah mulutnya serta, “Croop..” langsung penuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sesaat saya tengah meringis rasakan kegelian yang malah makin membuat senjataku tegang serta keras.
“Aduuh enaak.. oohh nikmatnya Tante oohh..” sesaat dia selalu mengisap serta mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang sekarang terlihat makin sesak. Tangan kananku mencapai payudara besarnya yang menggelayut bergoyang ke sana kemari sambil tangan samping kiriku memberikan rabaan di punggungnya yang halus itu. Kadang-kadang dia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, “Mm.. hmm..” cuma itu yang keluar dari mulutnya, bersamaan telapak tanganku yang meremas keras daging empuk di dadanya.
“Crop..” dia keluarkan kemaluanku dari mulutnya. Saya langsung menyergap pinggulnya serta kembali lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu serta kusedot cairan mani yang kelihatannya telah membanjir di bibir kemaluannya.
“Aoouuhh.. Tante tidak tahan kembali sayang ampuun.. vinn.. hh masukin saat ini pun, ayoo..” pintanya sekalian menggenggam pantatku. Selekasnya kuarahkan kemaluanku ke selangkangannya yang tersibak diantara pinggangku tempatkan tempat liang kemaluannya yang terbuka lebar, perlahan sekali kutempelkan di bibir kemaluannya serta mendorongnya perlahan-lahan, “Ngg.. aa.. aa.. aa.. ii.. oohh masuuk.. aduuh besar sekali sayang, oohh..” dia mendesah, mukanya memucat seperti orang yang terluka irislah.
Saya tahu jika itu ialah proses dari bibir kemaluannya yang sangat rapat untuk ukuran burungku. Serta Tante mona adalah wanita yang kesekian kalinya menjelaskan hal sama. Akan tetapi jujur saja, dia ialah wanita setengah baya paling cantik serta paling seksi dari semua wanita yang sempat kutiduri. Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya dengan bergiliran, kadang-kadang saya pun berupaya menyeimbangi pergerakan turun naiknya di atas pinggangku lewat cara mengangkat-angkat serta memiringkan pinggul sampai membuat makin bernafsu, tetapi masih mengawasi ketahananku dengan menghunjamkan kemaluanku pada tiap-tiap hitungan ke lima.
Tangannya menekan-nekan kepalaku mengarah buah dadanya yang tersedot keras sesaat burungku selalu keluar masuk makin lancar dalam liang senggamanya yang telah berasa banjir serta sangat becek itu. Puting susunya yang nyatanya adalah titik enaknya kugigit kecil sampai wanita itu berteriak kecil mendesah meredam perasaan nikmat begitu hebat, untung saja kamar tidur itu terdapat di lantai dua yang cukuplah jauh untuk dengar teriakan-teriakan kami berdua. Senang mainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku mencapai kepalanya serta menariknya mengarah wajahku, sampai disana mulut kami beradu, kami sama-sama mainkan lidah dalam rongga mulut dengan bergiliran. Sesudah itu lidahku menyebar liar di pipinya naik mengarah kelopak matanya melumuri semua muka cantik itu, serta menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya makin keras menghajar pangkal pahaku, burungku makin berasa mengenai basic liang senggama.
“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh nikmatnya, vinn.. ooh,” desah Tante mona.
“Yaahh enaak pun Tante.. oohh rasa-rasanya sangat nikmat, yaahh.. genjot yang keras Tante, sangat nikmat semacam ini, oohh enaakk.. oohh Tante oohh..” kata-kataku yang polos itu keluar demikian saja tiada kendali. Tanganku tadi ada diatas sekarang berubah meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Tiap-tiap dia mendesak ke bawah serta menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, dengan automatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Dengan refleks juga kemaluannya menjepit serta berdenyut seperti mengisap batang kejantananku.
Cuma sepuluh menit sesudah itu goyangan badan Tante mona berasa menegang, saya memahami jika itu ialah tanda-tanda orgasme yang akan selekasnya diraihnya, “vinn.. aahh saya nngaak.. tidak kuaat aahh.. aahh.. oohh..”
“Taahaan Tante.. nantikan saya dahulu ngg.. ooh nikmatnya Tante.. tahan dahulu .. janganlah keluarin dahulu..” Tetapi percuma saja, badan Tante mona menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku sampai kedua telapak tanganku makin bebas memberi remasan pada buah dadanya. Saya sadar sulitnya meredam orgasme itu, sampai saya meremas keras payudaranya untuk mengoptimalkan kesenangan orgasme itu kepadanya. “Ooo.. ngg.. aahh.. sayang sayang.. sayang.. ooh enaak.. Tante kelauaar.. oohh.. oohh..” teriaknya panjang akhiri set permainan itu. Saya rasakan jepitan kemaluannya di sekitar burungku mengeras serta berasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental berasa menyemprot enam kali di liang kemaluannya sampai seputar sepuluh detik lalu dia mulai lemas dalam pelukanku.
Selain itu semakin kupercepat gerakanku, semakin terdengar dengan jelas nada gesekan pada kemaluan saya dengan kemaluannya yang sudah dibasahi oleh cairan dari kemaluan Tante mona. “Aaakhh.. enakk!” desah Tante mona dikit teriak.
“Tante.. saya ingin keluar nich.. eesshh..” desahku pada Tante mona.
“Keluarkanlah sayang.. eesshh..” jawabnya sekalian mendesah.
“Uuugghh.. aaggh.. eenak Tante..” teriakku cukup keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar serta menyembur di kemaluan Tante mona.
“Hemm.. hemm..” nada itu cukuplah mengagetkanku. Nyatanya suaminya yang sejak dari barusan cuma melihat sekarang sudah bangun serta melepas kimononya. “Sekarang giliranku, terima kasih kau sudah membangkitkanku kau bisa tinggalkan kami saat ini,” tuturnya sambil memberi segepok uang padaku.
Saya selekasnya menggunakan pakaianku, serta mengambil langkah keluar. Tante mona mengantarkanku kepintu sekalian sambil menghadiahkanku satu kecupan kecil, tuturnya “Terima kasih yach.. saat ini giliran suamiku, sebab dia perlu lihat permainanku dengan orang yang lain sebelum dia mengerjakannya.”
“Terima kasih kembali, jika Tante perlu saya kembali hubungi saya saja,” jawabku sekalian membalas kecupannya serta mengambil langkah keluar.
“Akh.. begitu beruntungnya saya bisa ‘order’ melayani wanita seperti Tante mona,” pikirku senang. Nyatanya ada pula suami yang ikhlas mengorbankan istrinya untuk digauli orang yang lain untuk penuhi hasratnya.
Hallo guys, ini ada sebuah cerita dewasa pengalaman dari seorang narasumber yang sangat ingin ceritanya ini di publikasikan agar menjadi sebuah kenangan yang tidak terlupakan oleh dirinya dan tetap di kenang oleh semua orang yang suka seks. Sebut saja namanya novita dia menikah ketika dirinya telah menginjak usia 28. Sedangkan sekarang dirinya telah menginjak usia kepala tiga, baru satu tahun lebih saja menikah dirinya telah di karunia seorang anak laki-laki. Suaminya berusia lebih tua dari dirinya satu tahun saja, untuk masalah keluarga mereka tergolong keluarga yang sangat bahagia. Dalam pernikahan mereka yang sekarang tergolong sudah telat, karena kami menikah di usia yang sudah hampir menginjak umur kepala bercabang tiga. Ketika diriku telah melewati 40 hari setelah kelahiran bayi pertama kami, suamiku masih takut untuk melakukan hubungan badan denganku, karena dia takut menyakiti lobang memekku yang baru saja mengeluarkan anak darinya. Karena pada saat proses melahirkan dirin...
Hallo guys saya mau menceritakan pengalaman saya ketika berulang tahun, kenalkan saya bernama tommy, umur 24 tahun. Aku adalah pria lajang yang berasal dari semarang akan tetapi saya kuliah di jakarta, ketika massa liburan saya pulang ke rumah nenekku. Dan untuk mamaku tinggal berbeda rumah dengan nenekku. Pagi itu saya ke rumah mamahku sebab ditelepon olehnya. Kebetulan waktu itu memang lagi tahunku. Mamahku termasuk juga orang yang cantik, meskipun umurnya telah lebih dari 40 tetapi ia pintar menjaga badan serta mukanya, hingga masih tetap tampak begitu cantik samoai sekarang ini. Waktu sampai di dalam rumah mamahku, ia langsung menyapaku serta memberikan selamat ulang tahun kepadaku. Lalu saya duduk di kursi ruangan tamu. Kebetulan waktu itu kakak serta ayahku tengah di Jakarta serta adikku kuliah di Bandung. Lalu mamahku menghampiriku serta duduk di dekatku. Lantas dengan muka dikit merintih ia mohon maaf jika pada sekarang ini tidak dapat menghadiahkan ulang tahun kepadaku, se...
Hello guys saya mau menceritakan sebuah cerita seks dimana kami menculik seorang wanita cantik yang bekerja sebagai kepala cabang disalah satu bank yang sangat terkenal, dirinya bernama shella dengan umur 30 tahun. Pada suatu hari dirinya kami culik dan diperkosa secara beramai-ramai dan bergantain atau mungkin dikenal sebagai gangbang yaa, hahaha. Dirinya kami sekap selama 3 hari 3 malam tanpa ada berhenti kami terus memperkosa dirinya setiap jam berselang. Shella adalah cewek idaman semua lelaki apabila melihat bodynya yang sungguh aduhai seperti gitasr spanyol, tubuhnya sangat berisi padat dan montok sekali membuat semua orang yang melihat nya ingin memiliki dirinya. Dengan tinggi tubuh 165 cm serta ukuran bra 36B, membuat penampilannya semakin menggairahkan, ditambah lagi bila dia menggunakan sepatu hak tinggi, rok span diatas lutut dan blous silk yang tipis, membuat semua pria yang menatapnya ingin mencicip tubuhnya. Hampir sehari-hari dia kenakan pakaian semacam itu, sampai b...