Langsung ke konten utama

Cewek Yang Kukenal Lewat Media Sosial Mengajakku Menginap di Hotel

Cewek Yang Kukenal Lewat Media Sosial Mengajakku Menginap di Hotel

Suatu hari, aku online di salah satu channel chatting dengan seorang mahasiswi. Sebut saja namanya Ica (19 tahun), bukan nama sebenarnya. Dia adalah anak seorang pejabat di salah satu instansi di Jawa dan sedang menjalani kuliah di salah satu universitas favorite di kota M. Perkenalan ini berawal dari seringnya aku online barsama Ica.

Singkat cerita, suatu hari aku ada tugas dinas ke kota M dan iseng² aku hubungi dia melalui nomor HP yang sudah dia berikan sebelumnya. Dan dengan senang hati dia mau ketemuan, asal dengan syarat dia bawa teman. Walhasil, aku ketemu dia di salah satu cafe di daerah kampus yang berada di pinggir kota.

“Hey.. Kamu Ica” sapaku.
“Hey, Dandy iya.. ” sambil menjawab Ica mengulurkan tangannya.
“Kenalin ini temanku Dony,” sambil mengenalkan temanku.
“Oh ya, kenalin juga ini temanku Rida,” kata Ica mengenalkan temannya.

Sepintas terlihat, Ica adalah sosok seorang gadis model. Karena bentuk tubuhnya sangat semampai dengan ciri 167/45. Sehingga tonjolan di dada maupun di pantatnya tidak begitu nampak sebagaimana gadis² yang aku kenal. Lamunanku buyar saat Ica menawarkan menu yang mau dipesan.

“Dy, kamu mau makan apa?” tanya Ica.
“Mmm, anu.. Terserah deh” jawabku gugup.
“Kenapa say.. Kok nervous gitu?” tanyanya manja.

Wah dadaku berdetak keras saat dia panggil aku dengan kata “say.. ” tetapi aku cepat menguasai keadaan dan bersikap seperti nggak ada rasa GR dengan panggilan yang aku kira sangat romantis banget.

“Tidak kok, gak apa², aku ngikut aja,” jawabku datar.

Dari pertama kita ketemu di chatting, aku terbuka saja dengan status aku yang sudah married. Dan ternyata diluar dugaanku, Ica bisa menerima hal itu karena memang dia menyukai cowok yang lebih dewasa.

2 jam lamanya kami berempat, ngobrol apa aja yang bisa dibicarakan. Baik tentang kuliahnya, masalahnya Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 21 kurang 1/4. Akhirnya aku menawarkan diri untuk mengantar balik ke kost²annya.

“Ica, sudah malem nih, ayo aku anter balik” ajakku.
“Oke dah Mas Dandy,” jawab Ica singkat sambil bangkit dari duduknya.

Setelah aku bayar di kasir, aku bergegas menuju mobil starletku yang butut kedinginan diluar cafe.

“Dan, minggu depan aku mau ke Surabaya,” kata Ica.
“Oya, dalam rangka apa?” tanyaku.
“Mau ketemu kamu, kamu ada waktu kan?” jawabnya tersenyum.

Deg² jantungku terasa berhenti ketika Ica bilang seperti itu, aku langsung berusaha menguasai situasi.

“Ooo.. Pasti bisalah, asal kamu kabarin sehari sebelum datang,” pintaku.
“Oke deh, ntar aku hubungi kamu Mas” kata Ica.
“Terus, kamu mau dateng sama Rida atau sendirian?” tanyaku.
“Sendirilah Mas, masa iya sama temanku. Kan nggak romantis?” jelas Ica.

Tanpa terasa sampailah di depan tempat kost Ica.

“Selamat malam,” kataku.
“Terima kasih ya Mas, sampai ketemu minggu depan,” Ica mengingatkan.

“Ok” jawabku singkat, dan setelah itu aku langsung tancap gas balik menuju ke Surabaya dengan perasaan yang masih ber-tanya² dengan ucapan Ica yang sedikit romantis. Tetapi sebandel apapun aku, aku tetap memegang prinsip aku tentang virginitas seorang cewek. Buat aku jika seorang gadis itu masih virgin, aku tidak akan pernah mau Making Love karena sudah menjadi prinsip aku untuk tidak merusak masa depan seseorang.

6 hari sudah berselang setelah pertemuan pertama dengan Ica dan sesuai janji dia, Kamis siang Ica menelphone HP-ku. Ringtone dengan lagu dilema cellulerku berbunyi dan saat aku liat layarnya ternyata 081252xxxxxx (nomor Ica).

“Mas Dandy besok aku berangkat sepulang kuliah, bisa jemput aku nggak?” tanya Ica.
“Oke bisa, jam berapa?” balas aku bertanya.
“Mmungkin dari Surabaya jam 18.00? jawab Ica.
“Lho emang kamu mau langsung balik?” selidik aku.
“Tidaklah Mas, aku kan ingin ditemanin Mas Dandy semalaman” jelasnya.

Alamak si Ica ini, bikin aku berpikir yang nggak².

“Oo gitu, oke siapa takut” tantang ku.
“Oke deh Mas, sampai besok ya” seiring kata itu HP-nya langsung dimatikan.

Setelah telephone off, aku langsung hubungi salah satu hotel di Surabaya yang menjadi tempat favorite aku dan kebetulan aku salah satu members di hotel tersebut. Sehingga setiap saat aku bisa booking room dengan posisi open.

Hari jum’at jam 18.00 tepat aku sudah nongkrong di jok mobilku. Diparkiran terminal Bungur Asih dan selang 5 menit cellulerku berbunyi, “Mas kamu dimana?” suara Ica.

“Aku sudah di parkiran terminal nih,” jelasku.
“Oke deh aku ke situ” jawab Ica.

Dengan perasaan deg²an aku menunggu Ica nongol dari pintu keluar terminal, dan dari jauh aku lihat tubuh semampai yang agak kurusan ber-lenggak² seperti di catwalk. Setan bertanduk, meniup pikiranku sepanjang Ica menuju mobilku.

“Hey Mas Dandy, gimana kabarnya?” tanya Ica.
“Baik Ica” jawabku singkat.
“Sudah lama ya Mas Dandy tunggunya,” ia membuka percakapan.
“Belum kok Ica” jawabku singkat.

Tanpa panjang lebar, aku langsung menuju hotel yang sehari sebelumnya aku sudah booking. Dan parfum dengan aroma melati sangat megganggu birahi kelaki - lakianku. Setan bertanduk semakin aktif mengetuk pikiran kotorku untuk langsung bercinta dengannya.

Sesampai di hotel aku langsung minta kunci dan menuju kamar lantai 2 nomor 222.

“Lho Mas kenapa kok booking yang 2 bed?” tanya Ica.
“Lho memangnya kenapa?” aku berlagak bengong.
“Ica pengennya yang satu bed, supaya bisa berduaan,” jawab Ica polos.

Walaupun setan sudah pada meringis diatas kepalaku dan bilang, yes! tetapi aku berusaha cool di depan Ica dan sedikit berkata bijak bagaikan orang tua.

“Ica, kita tidak untuk macam² kan di kamar ini?” balasku bertanya.
“Ya sudah deh Mas, aku mau mandi dulu ya” jawab Ica kesal.

15 menit lamanya Ica mandi, akhirnya pintu kamar mandi terbuka dan begitu kagetnya aku, ketika Ica hanya mengenakan daster yang tipis tanpa menggunakan BH dan CD, sehingga nampak jelas sekali puting yang kecil menonjol di balik daster tipisnya. Tanpa melihat gelagat Ica yang semakin membuat detak jantungku semakin cepat, aku langsung ambil handuk dan mandi.

Malam semakin larut dan hampir 3 jam aku di dalam kamar berdua dengan Ica, detak jantungku semakin kencang tatkala Ica sesekali sengaja menyentuhkan tangannya di pundakku. Adik kecilku berontak dengan keras ingin keluar dari celanaku.

“Mas, malam ini kamu manis banget sih,” kata Ica memuji.
“Ah kamu bisa aja” jawabku agak gugup.

Karena pertanyaan itu disampaikan hanya dengan jarak 20 centi dari mukaku sehingga bau harum di wajahnya begitu menggelitik syaraf kelaki - lakianku.

“Mmm bagaimana” Belum selesai aku tanyakan sesuatu tiba² tubuh kecil Ica sudah berada dipangkuanku. Sehingga memudahkan dia untuk mencium bibirku. Sedangkan posisiku sendiri sangat tidak menguntungkan untuk membalas ciuman Ica, karena posisi tanganku menopang tubuhku.

“Mmm.. Mas.. Aku suka kamu,” kata Ica sambil melanjutkan ciuman mautnya.

Aku tidak bisa menjawab sepatah kata apa pun karena memang serangan bibir tipis Ica menggelontor bibirku ber-tubi². Perlahan tapi pasti, aku mulai merubah posisiku untuk terlentang di ranjang sehingga tubuh mungil Ica dengan mudah naik diatas tubuhku.

Aku rasakan perutku mulai basah dengan cairan yang mulai menetes dari vagina Ica. Karena dari tadi dia sudah tidak memakai celana dalam sehingga saat duduk diperutku, aku merasakan betapa halus bulu² di selangkangan gadis ini. Tanganku mulai membelai punggung dan tengkuk Ica, sehingga hal itu membuat birahi Ica mulai terkoyak.

Dari mulutku Ica mulai merambat kebawah, menjilati putingku hingga membuat darahku berdesir dengan kencang.

“Ica.. Geli sayang.. ” aku merintih.

Ica sepertinya semakin bernafsu mendengar rintihan aku, dan semakin berani saja gadis ini memainkan lidahnya disekitar perutku. Tubuhnya semakin kebawah dan sampailah wajah nya di atas selangkanganku, dengan satu gerakan saja, celana adidas yang aku kenakan langsung tertanggal.

“Mas.. Aku suka penis kamu.. Gila besar sekali” puji Ica dan setelah itu langsung saja mulutnya yang tipis mulai mendarat di batang kemaluanku.

“Oohh..” aku merintih dan mnggelinjang saat mulut Ica mulai melahap penisku yang sudah mulai mengencang. Sesekali tangan yang lentik mengocok batang kemaluanku.

“Aaow.. Sakit sayang” jeritku saat giginya mengenai kepala penisku.

Aku hanya menikmati jilatan, hisapan dan kuluman bibir Ica yang tipis sembari aku menengok kebawah melihat Ica yang lagi asyik mengoral penisku. Duh alamak, ini gadis kok jago banget oral sex nya. Awas ya aku balas nanti kalau gadis itu sudah puas menghisap penisku. Disaat aku membayangkan apa saja yang bakal aku lakukan dengan gadis kecil ini, tiba² Ica bangkit dari selangkanganku dan berdiri.

“Mas,, Ica sudah nggak tahan. Aku masukin ya?” tanya Ica sambil melepas penisku dari mulutnya.
“Ica, Mas tidak mau, jika kamu masih virgin,” aku berusaha jelaskan masalah prinsipku tentang keperawanan seseorang.

“Mas, Ica pengen banget. Ica sudah pernah lakukan kok sama pacarku” jelas Ica tidak mau kalah.
“Kamu serius” tanyaku bingung.

“Percaya sama Ica Mas, aku sudah tidak virgin kok” sambil berkata seperti itu, Ica langsung berdiri diatas tubuhku. Tangannya yang lentik memegang penisku yang berdiri kencang untuk diarahkan ke lubang vaginanya

Bless.., suara penisku mengoyak vagina Ica.

“Ughh, Mas..” kepala penisku langsung membuka lubang sempit di selangkangan Ica.
“Gila, enak sekali punya Mas.. aakkh” Ica menggerinjang sembari mulai berusaha memasukkan seluruh batang kemaluanku.

Aku merasakan lubang surgawi milik Ica sangat sempit sekali, sehingga aku merasakan sesuatu yang menjepit batang kemaluanku.

“Mas.. mentok nih, gila banget.. padahal belum masuk semua..” rintih Ica.
“Gila Mas punya kamu panjang banget. Eenaak Mas” rintih Ica.

Beberapa kali Ica menggerakkan tubuhnya naik turun, tiba² Ica mulai mempercepat pergerakannya diatas tubuhku yang naik turun.

“Mass.. Icaa.. Mau.. Daapett.. Maass..” rintih Ica.

Karena memang penisku tidak bisa masuk seluruhnya (hanya menyisakan 2 cm saja), sambil bergerak naik turun tangan Ica berusaha menahan tubuhnya di atas dadaku.

“Mas.. Aaampunn.. Akuu nggak tahan lagi..” rintih Ica.
“Mas.. Dandy.. Ica kee.. luuaarr..” bersamaan dengan rintihan panjang Ica sesuatu aku rasakan menyiram batang kemaluanku.

Sssurr.., cairan yang terasa banyak membasahi selangkanku.

Tubuh Ica langsung terkulai lemas dengan permainan tadi sehingga dia terlentang sambil menutup mata, merasakan sisa² kenikmatan yang sudah diraihnya. Tanpa memberi nafas sedikitpun, aku mulai membungkuk di atas dada gadis yang masih belia ini. Dengan sentuhan yang penuh perasaan, lidahku mulai memainkan putingnya yang masih mengencang besar. Aku berusaha membangkitkan gairah Ica yang sudah mulai terkulai lemas.

“Mas.. Kamu hebat.. Ughh,” pujian Ica tidak sampai selesai karena gigiku yang nakal mulai menggigit puting Ica dengan mesra. Aku membiarkan kedua tangannya menggapai kepalaku yang sedang asyik menikmati putingnya yang kencang. Maklum, Ica tergolong cewek yang tidak mempunyai payudara yang besar sehingga putingnya lebih dominan.

Semakin lama, mulutku yang liar mulai membalas perlakukan Ica saat mencumbuiku sebelumnya. Sesekali tubuhnya yang kurus menggelinjang hebat saat aku mainkan pusar perutnya dengan lidahku, hal ini membuat kedua pahanya terbuka lebar.

Kesempatan itu tidak aku sia²kan, wajahku langsung menangkap bongkahan daging dengan rambut yang begitu halus. Dengan satu kali gerakan, kedua tanganku sudah bisa mengunci kedua pahanya diatas pundakku.

“Mmas.. Gelii.. Ampun.. Ooohh,” Ica hanya bisa merintih saat klitorisnya aku mainkan dengan lidahku. Sesekali aku mencium bau wangi bekas cairan Ica yang sudah keluar saat permainan pertama.

Dan hal itu menambah birahiku untuk melumat habis seluruh cairan yang mulai meleleh kembali dari lubang kewanitaanya. Sesekali pinggul Ica yang mungil ikut terangkat keatas, mengikuti hisapan mulutku di selangkangannya. Beberapa saat kemudian..

“Mas.. Ammpun.. Aku mau keluar laagi.. Mmass” kedua tangan Ica membenamkan wajahku dalam² diantara kedua pahanya. Bersamaan dengan itu pula cairan putih meleleh dengan deras dari ujung lubang kewanitaanya. Dengan sedikit liar, aku minum semua cairan yang keluar dan aku jilatin sampai bersih kembali tanpa ada cairan sedikitpun.

“Capek sayang.. ” tanyaku.
“Kamu benar² gila Mas.. Hebat banget kamu,” puji Ica.

Belum selesai dia memujiku, aku langsung mengangkat tubuhnya yang langsing dan sedikit kurus. Sekali angkat tubuhnya langsung berhadapan dengan tubuhku, dengan cekatan penisku aku tancapkan ke lubang vagina Ica,

“Mmas.. Aduh.. Kamu benar² nakal..,” kata Ica manja.

Kedua tangan Ica menggelayut dileherku sedangkan kedua kakinya mengunci pinggulku, sehingga hal ini memudahkan penisku menerobos masuk di lubang vaginanya.

“Slep.. Slep.. Slep.. ” terdengar penisku bergerak keluar masuk di lubang kemaluan Ica. Kedua tanganku menahan bongkahan pantat Ica yang tidak begitu besar, untuk memudahkan pergerakan keluar masuk penisku. Karena tubuh Ica yang ringan memudahkan aku untuk berhubungan sambil menggendong Ica.

Posisi ini aku pertahankan sampai, Ica orgasme yang ketiga kalinya.

“Mass.. Aku.. Keluar lagi.. ” sambil berkata demikian Ica berusaha mendekap tubuhku erat² sedangkan tubuhnya tidak bisa mendekat tubuhku karena memang terganjal penisku yang panjang.

Disaat tubuh Ica turun dari gendonganku, aku sedikit mendorong tubuhnya untuk menghadap ke dinding. Sambil aku bisikkan kata yang mesra di telinganya.

“Akan kuberikan semua kenikmatan malam ini” rayuku.
“Mass..” desah Ica.

Kaki Ica aku buka lebar, sehingga memudahkan aku untuk penetrasi melalui belakang.

Bless.., batang kemaluanku kembali menghujam lubang kemaluan Ica yang masih ter-engah². Kedua tanganku memegang pinggul Ica dari balakang, sehingga memudahkan aku untuk bergerak maju mundur. Kedua tangan Ica menahan tubuhnya di dinding kamar.

“Mas.. Eennakk sekali.. ” rintih Ica.

“Kamu memang. Jagonya Mas. Uuuhh,, Aaahh,, Hhhmm,,” ber-kali² Ica merintah tetapi hal itu tidak menghentikan permainan aku yang semakin gila saja. Setelah puas dengan posisi seperti itu, dengan meringankan tubuh Ica yang masih berdiri, aku angkat kakinya satu sehingga aku bisa memasukkan penisku dengan leluasa.

Crek.. Crek.. Crekk.., suara penisku yang sudah mulai dibasahi oleh cairan Ica yang begitu banyak meleleh, sampai menetes di pahaku.

“Mas,, Kamu. Pandai sekali membuatku melayang. Aaahh... Uuuhh...” “Sayaang... Akuu nggaak. Tahann.” untuk yang kesekian kalinya lubang kewanitaan Ica mengucurkan cairan putih pekat dibatang kemaluanku.

Setelah aku puas, akhirnya aku membopong tubuh Ica dan meletakkan di pinggir ranjang. Kali ini aku melakukan doggie style, aku semakin bergairah untuk bermain dengan beberapa variasi dalam bersetubuh.

“Hekk..” muka Ica dimasukan dalam² diatas bantal ketika penisku menghujam kesekian kalinya.
“Ooohh... Ica. Punya kamu asyik banget..” Puji aku.

Sambil menggerakkan maju mundur tubuhku dibelakang tubuh Ica, aku melihat jelas kucuran keringat dari tubuh kami berdua. Sampai akhirnya Ica menjerit panjang dibarengi kedua tanganya meremas sprey hotel dengan kencang.

“Mass.. Aaammppunn..” gigi Ica menggigit bantal dengan kencang.
“Aku juga mau keluar sayang, Ica.?” aku mendesah kenikmatan
“Ooohh... Aaahh... Ica. Mau dikeluarin dimana. Aaakhh,” aku bergerak semakin cepat memasukkan penisku.

“Di dalam aja sayang.” Pinta Ica.
“Jangan aku nggak mau. Cepet sayang aku sudah mau keluar nih..” desahku.
“Icaa. Aaakhh...” aku segera melepas penisku dari lubang vagina Ica dan dengan seketika membalikkan badannya hingga mulutnya pas didepan penisku.

Bagaikan di film² BF yang pernah aku lihat, Ica langsung melumat habis penisku.

Crott.. Croott.. Crooott.. Entah berapa kali semburan spermaku dalam mulut Ica, aku hanya merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Semburan demi semburan, Ica seperti tidak mempedulikan lagi. Gadis itu tetap mengocok, mengulum dan menghisap dalam² penisku. Terlihat jelas spermaku menetes kelura dicelah bibirnya yang mungil dan belum sampai jatuh, lidahnya berusaha menjilati kembali.

“Mmm.. Aku suka sekali sperma kamu Mas.” kata Ica sambil menelan seluruh spermaku yang sudah keluar.

Sambil menjilati sisa² sperma yang masih menempel di batang kemaluanku,

“Makasih Mas. Kamu memberikan apa yang selama ini aku impikan” kata Ica.
“Selama ini pacarku tidak pernah memberikan ini semua, asal dia sudah keluar ya sudah tanpa harus mikirin aku” jelas Ica.

Malam itu kami tidur berpelukkan sampai pagi dengan keadaan telanjang bulat, aku sudah tidak ingat lagi berapa kali memberikan kepuasan terhadap Ica. Akan tetapi yang membuat diriku bangga adalah, aku bisa memberikan kepuasan kepada pasanganku. Karena buat aku sex bukan milik pria seorang tetapi milik kedua pasangan yang melakukkannya.

Paginya Ica membangunkan aku tepat pukul 06.00
“Mas.. Anter aku ke terminal ya, aku harus balik nih,” Pinta Ica.
“Oke, yuk kita segera ber-siap²” ajakku.
“Mas, kamu janji ya berikan aku seperti ini setiap aku mau,” Kata Ica.
“Iya sayang, selama kamu mau. Aku akan berikan” Jawabku penuh harap.

Sambil berkata demikian kita berdua menuju kamar mandi untuk mandi bersama. Dan di kamar mandi, untuk sekali lagi kita melakukan hubungan sex yang sangat fantastis di bawah guyuran shower. Dan entah berapa kali Ica mereguk kenikmatan saat itu. Yang pasti hari itu begitu hebat permainan yang aku lakukan dengan Ica.

Setelah siap, aku check out dan meluncur kearah terminal Bungurasih.

“Kamu hati² Ica” sambil aku kecup keningnya.
“Terima kasih Mas buat permainan semalam dan tadi pagi” kata Ica berterima kasih.
“Kamu memang luar biasa Mas” puji Ica.

Akhirnya tubuh Ica yang semampai bergegas meninggalkan mobilku untuk menuju ke antrean bus menuju kota K. Lambaian tangannya ber-kali² melambai seiring dengan tubuhnya yang hilang ditelan keramaian terminal.

Postingan populer dari blog ini

Cerita Dewasa Bapak Mertua Menjadi Pemuas Seksku

Hallo guys, ini ada sebuah cerita dewasa pengalaman dari seorang narasumber yang sangat ingin ceritanya ini di publikasikan agar menjadi sebuah kenangan yang tidak terlupakan oleh dirinya dan tetap di kenang oleh semua orang yang suka seks. Sebut saja namanya novita dia menikah ketika dirinya telah menginjak usia 28. Sedangkan sekarang dirinya telah menginjak usia kepala tiga, baru satu tahun lebih saja menikah dirinya telah di karunia seorang anak laki-laki. Suaminya berusia lebih tua dari dirinya satu tahun saja, untuk masalah keluarga mereka tergolong keluarga yang sangat bahagia. Dalam pernikahan mereka yang sekarang tergolong sudah telat, karena kami menikah di usia yang sudah hampir menginjak umur kepala bercabang tiga. Ketika diriku telah melewati 40 hari setelah kelahiran bayi pertama kami, suamiku masih takut untuk melakukan hubungan badan denganku, karena dia takut menyakiti lobang memekku yang baru saja mengeluarkan anak darinya. Karena pada saat proses melahirkan dirin...

Cerita Dewasa Menculik Dan Perkosa Pegawai Bank Swasta

Hello guys saya mau menceritakan sebuah cerita seks dimana kami menculik seorang wanita cantik yang bekerja sebagai kepala cabang disalah satu bank yang sangat terkenal, dirinya bernama shella dengan umur 30 tahun. Pada suatu hari dirinya kami culik dan diperkosa secara beramai-ramai dan bergantain atau mungkin dikenal sebagai gangbang yaa, hahaha. Dirinya kami sekap selama 3 hari 3 malam tanpa ada berhenti kami terus memperkosa dirinya setiap jam berselang. Shella adalah cewek idaman semua lelaki apabila melihat bodynya yang sungguh aduhai seperti gitasr spanyol, tubuhnya sangat berisi padat dan montok sekali membuat semua orang yang melihat nya ingin memiliki dirinya. Dengan tinggi tubuh 165 cm serta ukuran bra 36B, membuat penampilannya semakin menggairahkan, ditambah lagi bila dia menggunakan sepatu hak tinggi, rok span diatas lutut dan blous silk yang tipis, membuat semua pria yang menatapnya ingin mencicip tubuhnya. Hampir sehari-hari dia kenakan pakaian semacam itu, sampai b...

Hadiah Ulang Tahun Ngentot Dari Mama

Hallo guys saya mau menceritakan pengalaman saya ketika berulang tahun, kenalkan saya bernama tommy, umur 24 tahun. Aku adalah pria lajang yang berasal dari semarang akan tetapi saya kuliah di jakarta, ketika massa liburan saya pulang ke rumah nenekku. Dan untuk mamaku tinggal berbeda rumah dengan nenekku. Pagi itu saya ke rumah mamahku sebab ditelepon olehnya. Kebetulan waktu itu memang lagi tahunku. Mamahku termasuk juga orang yang cantik, meskipun umurnya telah lebih dari 40 tetapi ia pintar menjaga badan serta mukanya, hingga masih tetap tampak begitu cantik samoai sekarang ini. Waktu sampai di dalam rumah mamahku, ia langsung menyapaku serta memberikan selamat ulang tahun kepadaku. Lalu saya duduk di kursi ruangan tamu. Kebetulan waktu itu kakak serta ayahku tengah di Jakarta serta adikku kuliah di Bandung. Lalu mamahku menghampiriku serta duduk di dekatku. Lantas dengan muka dikit merintih ia mohon maaf jika pada sekarang ini tidak dapat menghadiahkan ulang tahun kepadaku, se...